Bukan Cuma Digoreng, Ini Olahan Kacang Mete Sultra yang Lebih Variatif

Penulis: Redaksi  •  Jumat, 24 Juli 2026 | 16:10:31 WIB
Oleh-oleh khas Sultra kacang mete. (Foto: NET)

SULAWESI TENGGARA – Kabupaten Bombana, Muna, Kolaka, dan Buton jadi sentra produksi utama kacang mete di Sulawesi Tenggara — tapi selain digoreng dengan bawang putih dan garam, ada banyak olahan turunan yang jarang diketahui wisatawan.

Cokelat Mete

Kacang mete dipadukan dengan cokelat, menghasilkan camilan manis-gurih yang jadi favorit sebagai oleh-oleh kekinian, berbeda dari kacang mete goreng biasa.

Bagea Mete

Kue kering khas yang dicampur potongan kacang mete, teksturnya renyah dan biasa jadi camilan pendamping teh atau kopi.

Brownies Mete

Variasi brownies dengan taburan atau campuran kacang mete di dalam adonan, memberi tekstur renyah di tengah kelembutan brownies.

Minyak Mete

Produk bernilai tambah yang mulai digunakan dalam industri kosmetik dan makanan, meski belum sepopuler produk olahan makanannya.

Kenapa Produk Turunan Ini Penting?

Mengolah kacang mete jadi produk turunan seperti cokelat, bagea, dan brownies memberi nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi dibanding menjual mete mentah atau goreng saja — sekaligus memperluas pilihan oleh-oleh khas Sultra buat wisatawan yang sudah bosan dengan kacang mete polos.

Reporter: Redaksi
Back to top