KENDARI — Suasana hangat menyelimuti Mako Lanal Kendari saat puluhan jurnalis dari media cetak, elektronik, dan siber memenuhi ruangan untuk mengikuti Coffee Morning bersama jajaran TNI Angkatan Laut. Acara bertajuk "Memperkuat Sinergi TNI AL dan Insan Pers dalam Mewujudkan Informasi yang Akurat, Edukatif, dan Berimbang" ini menjadi ajang perkenalan resmi Komandan Lanal Kendari yang baru di hadapan awak media.
Koloni Laut (P) M. Sati Lubis, yang sebelumnya menjabat Komandan Satuan Kapal Bantu (Satban) Koarmada II, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ia didampingi jajaran perwira Lanal Kendari dan berdiskusi santai dengan Ketua PWI Sultra, Sarjono, serta para pimpinan media yang hadir.
Di era keterbukaan informasi saat ini, Danlanal menegaskan tidak ada lagi ruang untuk menutup-nutupi kinerja institusi. Menurutnya, peran pers sangat krusial sebagai jembatan antara TNI AL dan masyarakat.
"Di era keterbukaan informasi saat ini, tidak ada lagi hal yang perlu ditutup-tutupi. Peran pers sangat krusial dalam menyebarluaskan informasi kinerja maupun kegiatan TNI AL kepada masyarakat. Tanpa adanya publikasi dari media, sebaik apa pun tugas yang kita kerjakan di lapangan tidak akan tersampaikan dengan maksimal," ujar Kolonel M. Sati Lubis dalam sambutannya.
Mantan Komandan Satuan Kapal Bantu Koarmada II ini menekankan bahwa kolaborasi yang baik antara TNI AL dan pers akan menghasilkan pemberitaan yang objektif, jujur, dan mampu membangun citra positif daerah. Ia berkomitmen membangun hubungan kerja yang harmonis dan transparan dengan seluruh awak media di Sulawesi Tenggara.
Menanggapi ajakan tersebut, Ketua PWI Sultra, Sarjono, menyambut baik inisiatif Lanal Kendari yang merawat silaturahmi dengan wartawan. Ia mengingatkan kembali pentingnya kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik (KEJ) sebagai landasan utama dalam bekerja.
"Wartawan sudah seharusnya mematuhi Kode Etik Jurnalistik dengan selalu menguji informasi dan melakukan verifikasi. Kode etik ini adalah benteng pertahanan wartawan dalam menjaga independensi dan tanggung jawab publik," ungkapnya.
Sarjono menambahkan, pihaknya sangat mengapresiasi keterbukaan Danlanal Kendari untuk bersinergi dan berdiskusi demi terciptanya iklim informasi yang sehat di Sultra. Ia menilai langkah ini positif untuk membangun kepercayaan publik terhadap institusi TNI AL.
Acara yang berlangsung akrab dan interaktif ini tidak melulu soal formalitas. Danlanal sempat membuka sesi dengan pembacaan pantun yang mencairkan suasana, sebelum dilanjutkan dengan dialog santai bersama para jurnalis.
Berbagai isu kemaritiman dan penguatan keterbukaan informasi di wilayah Sulawesi Tenggara menjadi bahan diskusi hangat dalam pertemuan tersebut. Para jurnalis juga memanfaatkan momen ini untuk berdialog langsung dengan Danlanal terkait berbagai persoalan aktual di pesisir Sultra.