KSOP Baubau Periksa Alat Pemadam di KMP Tenggiri dan KMP Tongkol, Fokus Cegah Kebakaran Kapal Feri

Penulis: Toni Haryadi  •  Jumat, 14 Agustus 2026 | 21:58:01 WIB
Petugas KSOP Kelas II Baubau memeriksa kelengkapan alat pemadam kebakaran di KMP Tenggiri dan KMP Tongkol di Pelabuhan Feri Batulo, Baubau, Sulawesi Tenggara.

BAUBAU — KSOP Kelas II Baubau, Sulawesi Tenggara, menggelar sosialisasi pencegahan kecelakaan pelayaran secara bertahap di sejumlah pelabuhan, dimulai dari Pelabuhan Feri Batulo, Kota Baubau. Pelaksana Tugas Kepala KSOP Kelas II Baubau, Saaduddin, mengatakan pemeriksaan difokuskan pada kelengkapan dan kesiapan alat pemadam kebakaran di atas kapal.

Fokus Pengecekan: Tabung Pemadam hingga Sistem Hydrant

Dalam sosialisasi itu, petugas akan memeriksa secara detail kondisi tabung pemadam, sistem hydrant, hingga sprinkler di setiap kapal. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menekan risiko kebakaran yang bisa terjadi kapan saja, terutama saat kapal sedang berlayar atau bersandar.

“Kami akan memfokuskan pengecekan ke alat pemadam kebakaran kapal, seperti botol atau tabung pemadam, sistem hydrant hingga sprinkler. Pemeriksaan itu guna mencegah risiko kebakaran,” ujar Saaduddin di Baubau, Jumat.

Dua Kapal Feri Beroperasi, Satu Masuk Docking

Saat ini, terdapat dua kapal feri yang aktif melayani penyeberangan di Pelabuhan Batulo, yakni KMP Tenggiri dan KMP Tongkol. Sementara itu, KMP Sultan Murhum tengah menjalani perawatan rutin atau docking di galangan kapal.

Setelah rampung di Batulo, petugas berencana melanjutkan pemeriksaan ke Pelabuhan Kamaru, Kabupaten Buton. Pelabuhan tersebut menjadi pintu masuk utama penyeberangan menuju Wakatobi.

“Rencana besok kita laksanakan di penyeberangan Batulo. Jadi, sementara kita fokus ke penyeberangan kapal feri, nanti kalau kapal-kapal di Pelabuhan Batulo, maka tidak menutup kemungkinan kita akan ke Kamaru (Kabupaten Buton) yang penyeberangan ke Wakatobi juga,” kata dia.

Dispensasi Penumpang Ikut Dipantau Ketat

Saaduddin menambahkan, pihaknya juga akan memperketat pengawasan terhadap dispensasi penambahan jumlah penumpang kapal. Hal ini menjadi perhatian khusus sebelum dokumen berlayar atau surat persetujuan berlayar diterbitkan oleh KSOP.

Langkah ini diambil sebagai bentuk tindak lanjut arahan Menteri Perhubungan mengenai peningkatan keselamatan pelayaran di daerah. Kondisi cuaca yang kurang bersahabat belakangan ini juga menjadi pertimbangan utama pengawasan ekstra di perairan Baubau dan sekitarnya.

“Di samping itu juga, kondisi cuaca yang kurang bersahabat belakangan ini, sehingga menjadi perhatian serius pihaknya guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan bersama,” ungkapnya.

Sejauh ini, pelayaran kapal di wilayah Baubau dan sekitarnya dilaporkan masih berjalan lancar dan aman. Sosialisasi ini diharapkan mampu menjaga tren positif tersebut di tengah meningkatnya volume penumpang pada periode tertentu.

Reporter: Toni Haryadi
Sumber: sultra.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top