Gubernur Sultra Andi Sumangerukka Hadiri Paripurna DPRD, Simak Pidato Kenegaraan Prabowo Soal Swasembada Pangan

Penulis: Vicky Prasetya  •  Jumat, 14 Agustus 2026 | 22:16:31 WIB
Gubernur Sultra Andi Sumangerukka menghadiri Rapat Paripurna DPRD Sultra untuk menyimak pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto secara virtual.

KENDARI — Andi Sumangerukka hadir di tengah pimpinan dan anggota DPRD Sulawesi Tenggara untuk mengikuti jalannya Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI dari Senayan, Jakarta. Rapat paripurna yang digelar dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini menjadi wadah bagi pemerintah daerah untuk menyelaraskan program pembangunan nasional dengan agenda prioritas daerah.

Ketua DPRD Sultra dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan kemerdekaan tahun ini harus menjadi momentum memperkuat kesadaran kebangsaan. Semangat kemerdekaan disebutnya menjadi pijakan utama dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan negara.

Tema HUT ke-81: Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur

Tema yang diusung pemerintah pusat pada perayaan tahun ini diharapkan menjadi semangat bersama, tidak hanya bagi aparatur sipil negara, tetapi juga seluruh elemen masyarakat di Bumi Anoa. Pidato Presiden Prabowo Subianto yang disimak secara virtual memuat empat pedoman utama pemerintahan.

Keempat pedoman tersebut meliputi amanat Undang-Undang Dasar 1945, kepentingan nasional, kesulitan rakyat, serta kepentingan generasi mendatang. Arahan ini menjadi kerangka bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang berpihak pada masyarakat.

Klaim Swasembada 8 Komoditas Pangan dan Harga Pupuk Turun 20 Persen

Dalam pidatonya, Presiden memaparkan capaian 21 bulan pemerintahan yang mencakup pelaksanaan 121 kebijakan transformatif. Sektor pangan menjadi sorotan utama dengan klaim Indonesia telah mencapai swasembada delapan komoditas strategis.

Komoditas tersebut meliputi beras, jagung, gula, daging ayam, telur, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit. Pemerintah juga menyatakan telah menghapus 145 aturan penyaluran pupuk yang selama ini dinilai menghambat petani, sekaligus menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen.

Indonesia Hentikan Impor Solar per 1 Juli 2026

Di sektor energi, pemerintah mengklaim langkah menuju swasembada energi mulai membuahkan hasil. Produksi diesel B50 berbasis kelapa sawit menjadi tulang punggung kebijakan ini.

Sejak 1 Juli 2026, Indonesia disebut tidak lagi mengimpor solar. Kebijakan ini diperkirakan menghemat devisa negara hingga Rp170 triliun. Presiden juga menyampaikan perkembangan Program Makan Bergizi, bantuan sosial digital, serta program hilirisasi yang terus berjalan.

Investasi Semester I 2026 Tembus Rp 1.010 Triliun

Di bidang ekonomi, pemerintah melaporkan realisasi investasi pada semester pertama 2026 mencapai Rp1.010 triliun. Angka tersebut mampu menciptakan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode yang sama tercatat mencapai 5,45 persen. Presiden menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi harus berdampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas hidup masyarakat, bukan sekadar angka di atas kertas.

Reporter: Vicky Prasetya
Sumber: kendarikini.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top