KENDARI — Nelayan yang melaut menggunakan perahu kecil diminta menunda aktivitas jika kecepatan angin di perairan mencapai 15 knot atau 1,25 meter. Peringatan itu disampaikan BMKG menyusul terpantaunya pola angin dari arah Timur Laut hingga Tenggara dengan kecepatan 2 sampai 15 knot.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Rian Saraswati, menyebut kecepatan angin tertinggi di wilayah itu bahkan bisa menembus 20 knot atau setara 5 Skala Beaufort. Kondisi tersebut terdeteksi di Teluk Bone Barat Kabaena, Perairan Baubau, Perairan Wakatobi, dan Laut Banda Timur Wakatobi.
BMKG memetakan potensi gelombang sedang hingga tinggi antara 1,25 hingga 2,5 meter di tiga kawasan utama. Konsentrasi gelombang terbesar diprediksi terjadi di Perairan Wakatobi bagian Barat, Perairan Wakatobi bagian Timur, dan Laut Banda Timur Wakatobi.
Rian menjelaskan, imbauan ini bukan sekadar informasi cuaca biasa, melainkan peringatan keselamatan pelayaran. "Nelayan yang beraktivitas menggunakan perahu imbauan utama ditujukan agar berhati-hati apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter," ujarnya di Kendari, Sabtu.
Kategori risiko berbeda diberikan untuk kapal besar. BMKG mengingatkan operator kapal tongkang bahwa kondisi membahayakan terjadi saat kecepatan angin menyentuh 16 knot dengan ketinggian gelombang mencapai 1,5 meter.
Peringatan dini ini berlaku terhitung mulai 15 Agustus hingga 18 Agustus 2026 pukul 08.00 WITA. Masyarakat pesisir yang bergantung pada aktivitas laut diimbau memantau perkembangan informasi cuaca dari kanal resmi BMKG sebelum memutuskan melaut.