KENDARI — Warga Buton Tengah tak perlu lagi menempuh perjalanan jauh untuk mengurus Surat Izin Mengemudi (SIM). Ditlantas Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) membuka layanan SIM Masuk Pulau (SIMPUL) di halaman Kantor Satlantas Polres Buton Tengah.
Petugas Pelayanan Ditlantas Polda Sultra, Ipda Muh. Armin, mengatakan layanan ini berlangsung selama empat hari, mulai 15 hingga 18 Agustus 2026. Hari pertama, tim fokus melakukan penggelaran perlengkapan dan pengecekan seluruh sarana pendukung.
"Persiapan meliputi penggelaran perlengkapan pelayanan, pengecekan koneksi perangkat, perangkat Audio Visual Integrated System (AVIS), hingga kesiapan lapangan untuk pelaksanaan ujian praktik SIM," kata Armin saat dihubungi di Kendari, Sabtu.
Setelah seluruh perangkat dinyatakan siap, petugas langsung membuka loket pelayanan Mobile SIMPUL. Warga yang mengajukan permohonan penerbitan SIM baru maupun perpanjangan langsung dilayani di lokasi.
Pelaksanaan layanan ini dikawal langsung oleh tiga personel Ditlantas Polda Sultra. Mereka menangani proses pendaftaran, pengujian teori berbasis AVIS, hingga pengujian praktik berkendara.
Armin menegaskan bahwa program SIMPUL merupakan inovasi Ditlantas Polda Sultra untuk mendekatkan akses pelayanan publik kepada masyarakat di daerah kepulauan. Wilayah dengan keterbatasan geografis menuju pusat layanan SIM menjadi sasaran utama program ini.
"Pelayanan SIMPUL ini merupakan wujud komitmen Ditlantas Polda Sultra untuk menghadirkan pelayanan Polri yang semakin dekat dan mudah diakses masyarakat. Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini kami maknai dengan memberikan pelayanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga di wilayah kepulauan," jelasnya.
Melalui kemudahan akses ini, warga Kabupaten Buton Tengah tidak perlu lagi keluar wilayah hanya untuk mengurus SIM. Program ini diharapkan mendorong kesadaran masyarakat memenuhi persyaratan legalitas berkendara.
Layanan ini juga menjadi sarana menguji kompetensi warga dalam mengemudikan kendaraan di jalan raya. Dengan demikian, keselamatan berlalu lintas di wilayah kepulauan ikut meningkat seiring bertambahnya jumlah pengendara yang memiliki SIM resmi.