SULAWESI TENGGARA — Skuad asuhan Takumi Taniguchi sebenarnya mencoba tampil percaya diri, namun agresivitas Thailand sejak menit awal membuat mereka kesulitan mengembangkan permainan. Gol pertama Thailand lahir dari bola muntah hasil tepisan kiper, sementara gol kedua datang lewat sundulan pada menit ke-89.
Kekalahan ini menempatkan Indonesia di dasar klasemen sementara Grup B. Thailand sendiri untuk sementara memimpin usai mengamankan tiga poin penuh di laga pembuka.
Thailand membuka keunggulan pada menit ke-11 melalui skema umpan lambung dari lini tengah. Kiper Putri Nusantara, Naura Airish Qaisara Rifaldhi, sempat menepis bola, namun Miricah Shealagh Murdoch langsung menyambar bola muntah dengan sundulan yang mengarah ke gawang.
Tertinggal satu gol, Putri Nusantara berupaya membangun serangan bertahap. Namun tekanan berkelanjutan dari Thailand membuat lini tengah dan pertahanan Indonesia kerap kehilangan posisi, sehingga peluang bersih sulit diciptakan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Indonesia tampil lebih berani untuk mengejar ketertinggalan. Meski demikian, organisasi pertahanan Thailand tetap rapi dan mampu memutus alur serangan balik yang coba dibangun anak asuh Takumi Taniguchi.
Thailand memastikan kemenangan di menit ke-89. Umpan silang Siriprapa Lamnamkham dari sisi kiri diselesaikan dengan baik oleh Witchayada Wanasin. Gol ini langsung mematikan harapan Indonesia mencuri poin, meski wasit memberikan tambahan waktu delapan menit.
Pelatih Indonesia, Takumi Taniguchi, menilai laga kontra Thailand menjadi pengalaman berharga bagi para pemain mudanya. Ia menegaskan timnya harus segera bangkit karena jadwal berikutnya sudah menunggu pada Senin (17/8) melawan Singapura.
"Mereka masih memiliki rasa percaya diri untuk berjuang di lapangan. Kami akan melakukan evaluasi, khususnya mental dan taktik, serta mengatur strategi agar mendapatkan poin," ujar Takumi.
Di sisi lain, pelatih Thailand, Thidarat Wiwasukhu, mengapresiasi kerja keras anak asuhnya. Ia mengingatkan timnya untuk tidak cepat puas dan terus memperbaiki kedisiplinan agar tidak melakukan pelanggaran yang tidak perlu di laga-laga berikutnya.