SULAWESI TENGGARA — PT CAN Terima SK Penetapan dan Kartu Ketelusuran
Dalam acara tersebut, PT Cinquer Agro Nusantara (CAN) secara resmi menerima Surat Keputusan (SK) Penetapan dan Kartu Ketelusuran dari Kementerian UMKM. Dokumen ini bukan sekadar seremonial—Kartu Ketelusuran menjadi syarat mutlak yang selama ini dicari untuk membuka gerbang ekspor.
Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman, menjelaskan bahwa prinsip traceability atau ketelusuran menjadi kunci kepercayaan pasar global. Indonesia, sebagai negara dengan keanekaragaman hayati terbesar kedua setelah Brasil, dinilai wajib memiliki sistem yang jelas mengenai asal-usul produk.
“Ini yang kita cari sejak lama, prinsip traceability atau ketelusuran. Mengapa penting? Indonesia adalah negara dengan keanekaragaman hayati terbesar kedua setelah Brazil. Kekayaan alam ini harus didukung sistem yang jelas asal-usulnya agar dipercaya pasar dunia,” ujarnya di Namang, Sabtu sore.
Kementerian UMKM bersama Badan Karantina Indonesia telah menjalin kerja sama erat yang melibatkan Kedeputian Usaha Mikro, Usaha Menengah, serta Karantina Hewan dan Tumbuhan. Kolaborasi ini disebut krusial sebagai fondasi mencapai visi Indonesia Emas 2045.
Skema Holding: Bukan Sekadar Struktur, Tapi Ekosistem
Menanggapi data mengenai 543 usaha menengah di Bangka Belitung, Bagus Rachman menegaskan bahwa konsep Holding UMKM berbeda dengan holding pada umumnya. Ini bukan sekadar struktur perusahaan, melainkan pembangunan ekosistem kemitraan berbasis klaster.
“PT CAN telah dinilai memenuhi syarat penuh sebagai operator. Tujuannya satu, yaitu menaikkan kelas UMKM agar tidak berjalan sendiri-sendiri,” tegasnya.
Empat pilar utama konsep ini dimulai dari peran Agregator yang menghimpun usaha mikro dan kecil—sebuah peran yang sebenarnya telah dibangun PT CAN sejak 2011. Selanjutnya, kolaborasi, kepastian pasar, kemudahan akses pembiayaan, dan standar kualitas yang terjamin menjadi fondasi yang saling mengunci.
Perbankan Himbara Siap Membiayai Rantai Pasok
Dukungan finansial datang dari empat bank nasional: BNI, Bank Mandiri, Bank Sumsel Babel, dan Bank Syariah Indonesia. Mereka aktif memfasilitasi KUR karena adanya jaminan pasar yang jelas dari skema holding ini.
Terkait penyaluran KUR nasional tahun ini yang mencapai Rp290 triliun, Bagus memuji strategi acara ini yang memfokuskan kredit ke sektor produktif. Ia menilai, jika usaha menengah berperan sebagai penyokong atau anchor, maka usaha mikro dan kecil pasti terdorong menjadi produktif karena adanya kepastian pasar.
“Jika usaha menengah berperan sebagai penyokong (anchor), maka usaha mikro dan kecil pasti akan terdorong menjadi produktif karena adanya kepastian pasar,” ungkapnya.
Meski baru 200 petani yang melakukan akad massal secara langsung, peluang masih terbuka bagi 1.300 petani lain yang terhubung dalam rantai pasok PT CAN untuk mengakses fasilitas serupa.
Peran Desa Jadi Kunci Sukses Program
Bagus Rachman juga menyoroti antusiasme masyarakat Desa Namang dan sekitarnya. Kehadiran aparat pemerintahan desa disebutnya menjadi kunci keberhasilan program di tingkat akar rumput.
“Saya juga mengapresiasi antusiasme luar biasa masyarakat Desa Namang dan sekitarnya. Kehadiran aparat pemerintahan desa disorot sebagai kunci keberhasilan program di tingkat akar rumput,” ujarnya.
Peluncuran ini menjadi sinyal kuat bahwa pengembangan UMKM pertanian tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Dengan skema klaster yang terintegrasi dari hulu ke hilir, petani di Bangka Belitung kini memiliki kepastian pasar, kemudahan modal, dan standar kualitas yang diakui hingga pasar internasional.