KOLAKA — Kepercayaan sebagai pembawa baki dalam upacara detik-detik Proklamasi menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga dan masyarakat Wundulako. Pasalnya, posisi ini merupakan salah satu peran paling vital dalam rangkaian upacara sakral kenegaraan tersebut.
Terpilihnya Nurfy Aira menjadi bukti bahwa pelajar dari daerah mampu menembus seleksi ketat hingga tingkat provinsi. Prestasi ini sekaligus membawa nama Kecamatan Wundulako dan Kabupaten Kolaka ke panggung Sulawesi Tenggara.
Menjadi anggota Paskibraka, khususnya pembawa baki, membutuhkan lebih dari sekadar postur tubuh ideal. Kedisiplinan tinggi, kesiapan fisik dan mental, ketelitian, serta rasa tanggung jawab menjadi syarat mutlak yang harus dimiliki setiap anggota.
Setiap gerakan saat membawa baki harus dilakukan dengan penuh konsentrasi dan kehormatan. Kesalahan sekecil apa pun dapat mengganggu jalannya upacara yang disiarkan secara nasional.
Kisah Nurfy Aira diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya di Kabupaten Kolaka. Keberaniannya mengembangkan potensi diri membuktikan bahwa prestasi tidak mengenal batas geografis.
Dari Kelurahan Ngapa, Wundulako, nama Kolaka kini tercatat dalam sejarah pelaksanaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara. Pencapaian ini menjadi motivasi bagi generasi muda daerah untuk terus berprestasi.