SULAWESI TENGGARA — Keputusan wasit yang sempat mengubah arah pertandingan justru dianulir lewat campur tangan VAR. Kiper Vietnam, Lê Giang Patrik, sempat diusir wasit setelah dianggap melanggar Mohamadou Sumareh di babak kedua. Namun, setelah peninjauan ulang, kartu merah tersebut dicabut dan diganti peringatan keras.
Malaysia tampil agresif sejak menit awal dan berulang kali menusuk pertahanan Vietnam. Namun, efektivitas serangan balik tim tamu menjadi pembeda. Rafaelson memecah kebuntuan pada penghujung babak pertama dengan sundulan menyilang memanfaatkan umpan silang Tr??ng Ti?n Anh.
Gol tersebut memaksa Malaysia keluar lebih terbuka di babak kedua, justru membuka ruang bagi serangan balik Vietnam. Meski peluang bersih sempat tercipta di kedua sisi, skor 1-0 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.
Memasuki menit ke-65, laga berubah sengit setelah Lê Giang Patrik dianggap menjatuhkan Sumareh di kotak terlarang. Wasit awalnya menghadiahi kartu merah langsung, keputusan yang memicu protes keras pemain Vietnam. Setelah meninjau tayangan ulang, wasit mengubah keputusannya menjadi pelanggaran biasa.
Momen ini menjadi titik balik mentalitas Malaysia. Alih-alih diuntungkan, tuan rumah justru kehilangan ritme dan kebobolan gol kedua di pengujung laga. Defleksi umpan Quang Hai memastikan kemenangan 2-0 yang membuat leg kedua di Hanoi pada Rabu (19/8/2026) menjadi misi berat bagi skuad asuhan pelatih Malaysia.
Di laga semifinal lainnya, Thailand menaklukkan Singapura 3-1 di Jalan Besar Stadium, Kallang, Sabtu (15/8/2026) malam WIB. Teerasak Poeiphimai menjadi bintang dengan dua golnya pada menit ke-13 dan 26, sebelum Seksan Ratree menambah gol ketiga di menit ke-51.
Gol hiburan tuan rumah dicetak Ilhan Fandi pada menit ke-84. Dengan kemenangan ini, Thailand di atas angin menjelang leg kedua di Bangkok, Selasa (18/8/2026). Jika Vietnam dan Thailand sama-sama mempertahankan keunggulan, final Piala AFF musim ini akan mempertemukan dua raksasa Asia Tenggara yang tengah dalam performa terbaik.