Insentif 1 Juta Motor Listrik Disetujui Prabowo, Airlangga: Anggaran Sudah Siap

Penulis: Vicky Prasetya  •  Senin, 17 Agustus 2026 | 13:40:31 WIB
Airlangga Hartarto menyampaikan keterangan pers terkait skema insentif satu juta motor listrik di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak Jakarta, Jumat (14/8).

SULAWESI TENGGARA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa skema teknis pemberian insentif untuk satu juta motor listrik masih dalam tahap finalisasi. Namun, ia menegaskan bahwa alokasi anggaran untuk program tersebut sejatinya telah siap digunakan.

"Skemanya sedang dimatangkan, tapi kan tadi Pak Presiden sudah menyetujui. Anggarannya sebetulnya sudah ada," ujar Airlangga seusai Konferensi Pers Nota Keuangan dan RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak Jakarta, Jumat (14/8).

Dua Merek Lokal yang Jadi Acuan Utama

Dalam pernyataannya, Airlangga mencontohkan dua merek motor listrik tanah air yang dinilai siap menjadi tulang punggung program ini, yaitu ALVA dan Gesits. Ia menambahkan, insentif ini nantinya akan diselaraskan dengan ekosistem kendaraan listrik yang telah dibangun, dengan aspek baterai menjadi prioritas pertama yang dievaluasi.

"Untuk produknya, salah satunya Alva, salah duanya Gesits," kata dia.

Kronologi Persetujuan dan Target Kebijakan

Pengumuman insentif ini disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada hari yang sama saat penyampaian RUU APBN 2027 di Jakarta. Kebijakan tersebut dirancang untuk mengejar tiga sasaran utama: menekan biaya kepemilikan kendaraan bagi masyarakat, memangkas impor bahan bakar minyak, dan memperkuat industri motor listrik nasional dari hulu ke hilir.

"Hari ini kita umumkan, kita akan berikan insentif yang cukup besar untuk mereka yang bisa membangun satu juta motor listrik yang diproduksi di dalam negeri oleh perusahaan Indonesia," ucap Prabowo dalam pidatonya.

Dukungan untuk Pelaku Usaha Lokal

Sehari sebelum pengumuman insentif, Presiden Prabowo telah meresmikan fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA) di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Dalam kesempatan itu, ia secara khusus mengapresiasi keberanian pelaku usaha swasta yang bersedia mengambil risiko di tengah gempuran kompetisi dari merek asal China, Jepang, dan Korea Selatan.

Pemerintah menilai Indonesia telah memiliki hampir seluruh elemen penting dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik. Dengan adanya insentif ini, rantai pasok tersebut diharapkan semakin terintegrasi, mencakup produksi baterai, komponen, perangkat lunak, hingga layanan purnajual.

Reporter: Vicky Prasetya
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top