UNAAHA — Bursa calon Wakil Bupati Kolaka Timur mulai memanas. Nasrullah Faizal, politikus kelahiran 1990 yang kini menjabat Wakil Ketua II DPRD Konawe sekaligus Ketua DPD Partai NasDem Konawe, menjadi salah satu nama yang paling santer disebut bakal diusulkan mengisi posisi yang kosong sejak Abdul Azis tersandung kasus hukum.
Kursi Wakil Bupati Koltim memang belum terisi setelah Abdul Azis ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Yosep Sahaka yang sebelumnya menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Bupati sejak Agustus 2025, kini tengah diproses menjadi bupati definitif.
Saat ditemui di Unaaha, Senin (17/8/2026), Nasrullah mengaku siap mengikuti seluruh tahapan jika partainya memberikan mandat. Ia bahkan menegaskan kesiapannya mendampingi Yosep Sahaka melanjutkan pemerintahan hingga akhir periode 2025–2030.
"Insya Allah, doakan saja semoga dimudahkan," ujar Nasrullah singkat.
Meski begitu, ia menekankan bahwa keputusan final tetap berada di tangan mekanisme partai politik pengusung. Nasrullah tidak mau mendahului keputusan DPP Partai NasDem terkait siapa yang akan diusulkan ke DPRD Koltim.
Proses pengisian jabatan Wakil Bupati Koltim memiliki mekanisme yang jelas. Partai politik pengusung pasangan Abdul Azis-Yosep Sahaka pada Pilkada lalu, yakni Partai NasDem, PAN, dan PSI, berhak mengajukan dua nama kandidat.
Dua nama tersebut nantinya akan diserahkan kepada DPRD Kabupaten Kolaka Timur untuk dipilih melalui rapat paripurna. Keputusan akhir ada di tangan wakil rakyat, bukan di tangan partai secara langsung.
Nama Nasrullah dinilai memiliki peluang besar bukan tanpa alasan. Ia dikenal dekat dengan Bupati Buton, Alvin Akawijaya Putra, yang merupakan putra dari Ketua DPW Partai NasDem Sulawesi Tenggara, Ali Mazi.
Jaringan politik semacam ini menjadi modal berharga dalam lobi internal partai. Apalagi, NasDem adalah partai pengusung utama di Koltim dan memiliki kursi dominan di DPRD.
Hingga saat ini, belum ada keputusan resmi dari partai politik pengusung terkait figur yang akan diajukan. Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Sultra, Muhammad Fadlansyah, sebelumnya menyatakan proses pendefinitifan Yosep Sahaka masih berjalan sesuai mekanisme perundang-undangan.
Artinya, tahapan pengisian kursi wakil bupati baru akan bergulir setelah Yosep Sahaka resmi dilantik. Dinamika politik di Bumi Sorume diperkirakan akan semakin intensif dalam beberapa pekan ke depan, seiring partai-partai pengusung mulai mematangkan nama-nama kandidatnya.