SULAWESI TENGGARA — Upacara yang berlangsung khidmat itu diikuti seluruh karyawan dan tenaga kerja subkontraktor PetroChina International Jabung Ltd. Field Admin Superintendent PetroChina International Jabung Ltd, Agung Bratanata, bertindak sebagai inspektur upacara dan membacakan amanat Kepala SKK Migas.
Dalam amanat tersebut, tema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur" dinilai relevan dengan peran strategis industri hulu migas. Kedaulatan dimaknai sebagai kemampuan bangsa memenuhi kebutuhan energinya sendiri, sementara keadilan dan kemakmuran tercermin dari pengelolaan sumber daya alam yang memberi manfaat luas bagi negara dan masyarakat.
"Setiap barel minyak dan setiap standar kaki kubik gas yang kita hasilkan merupakan bagian dari ikhtiar mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. Saya mengapresiasi seluruh insan migas yang terus berjuang menjaga produksi nasional," ujar Agung saat membacakan sambutan Kepala SKK Migas.
Sepanjang 2026, SKK Migas menargetkan lifting minyak sebesar 610 ribu BOPD dan penyaluran gas mencapai 5.508 MMSCFD. Realisasi hingga Juli 2026 mencatatkan produksi minyak 578 ribu BOPD, sedangkan penyaluran gas baru mencapai 5.203 MMSCFD atau 94,4 persen dari target.
Capaian tersebut menunjukkan kinerja yang positif, tetapi masih ada selisih yang harus dikejar hingga akhir tahun. Berbagai tantangan membayangi, mulai dari gangguan infrastruktur penyaluran, persoalan kelistrikan, kebocoran pipa, penurunan produksi di sejumlah lapangan, hingga kejadian unplanned shut down.
Menghadapi tantangan tersebut, SKK Migas menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap kegiatan pengeboran, work over, well service, hingga kesiapan fasilitas produksi. Program kerja dan anggaran (WP&B) yang masih tersisa pada tahun ini juga diminta untuk dikawal dan dipercepat pelaksanaannya.
Namun, percepatan tersebut tetap harus berjalan beriringan dengan keselamatan, kepatuhan, dan keandalan operasi. Seluruh insan hulu migas juga diingatkan untuk membangun rasa memiliki terhadap setiap pekerjaan, bukan sekadar menyelesaikan tugas sesuai fungsi masing-masing.
Semangat perjuangan para pahlawan pun kembali ditekankan. Jika dahulu para pejuang memiliki tekad "Merdeka atau Mati", kini semangat tersebut diharapkan menjadi energi bagi insan hulu migas dalam mengejar target lifting nasional.
Upacara ditutup dengan pekik "Merdeka! Merdeka! Merdeka!" yang menggema di halaman Basecamp Geragai, menjadi simbol tekad bersama untuk menjaga sektor hulu migas sebagai penopang perekonomian nasional.