KONAWE — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Konawe, Dr. Ferdinand, S.P., M.H., menegaskan bahwa akar persoalan pengelolaan data desa bukan terletak pada infrastruktur, melainkan sumber daya manusianya. Ia menyoroti tiga hal krusial yang wajib dimiliki aparatur desa dan kelurahan: kompetensi, komitmen, dan konsistensi.
"Masalah utama kita adalah kompetensi. Kita harus mau belajar dan mencontoh. Yang kedua adalah komitmen. Yang ketiga adalah konsistensi," tegas Ferdinand saat mewakili Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, S.T., di hadapan Kepala BPS Provinsi Sulawesi Tenggara, Hadi Susanto, M.A., serta jajaran Bappeda, BPS Kabupaten Konawe, para camat, lurah, dan kepala desa se-Kabupaten Konawe.
Ferdinand memaparkan tiga tujuan utama program Desa Cantik. Pertama, mendukung implementasi Satu Data Indonesia. Kedua, meningkatkan peran aktif aparatur desa dan kelurahan dalam pengelolaan statistik. Ketiga, mendorong kemandirian desa dalam menyediakan, mengelola, dan memperbarui data secara berkelanjutan.
"Statistik bukan sekadar angka, tetapi cerita tentang kehidupan yang membantu kita mengambil keputusan dengan lebih bijak," ungkapnya. Data yang valid menjadi prasyarat utama dalam menyusun perencanaan dan menentukan arah kebijakan pembangunan daerah yang tepat sasaran.
Setelah pembukaan, rangkaian acara dilanjutkan dengan penyerahan Buku Statistik Desa/Kelurahan kepada perangkat desa. Buku ini diharapkan menjadi referensi utama untuk mengenali potensi, kebutuhan, serta berbagai persoalan di wilayah masing-masing.
Pada momen yang sama, Pemkab Konawe menyerahkan bantuan pangan dan bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada warga Kelurahan Wawotobi. Bantuan ini merupakan wujud kepedulian pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas hunian agar lebih layak, aman, dan sehat.
Sekda Konawe berharap seluruh perangkat desa dan kelurahan dapat memanfaatkan data secara optimal. Dengan demikian, setiap kebijakan dan program pembangunan yang dirumuskan benar-benar sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat di lapangan.
Kegiatan ini merupakan langkah konkret Pemkab Konawe dalam memperkuat kualitas statistik sektoral dan meningkatkan kapasitas aparatur desa. Tata kelola data yang akurat, terpadu, dan mutakhir menjadi fondasi penting untuk pembangunan daerah yang berkelanjutan.