64 Juta UMKM Jadi Pilar Ekonomi, 28 Pelaku Usaha Sultra Tampil di KKI 2026 Jakarta

Penulis: Toni Haryadi  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:14:32 WIB
Pelaku UMKM binaan Bank Indonesia Sulawesi Tenggara memamerkan produk unggulan pada Karya Kreatif Indonesia 2026 di Jakarta International Convention Center, Kamis (20/8/2026).

Sebanyak 28 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara unjuk gigi di ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada 20-23 Agustus 2026. Keikutsertaan ini menjadi momentum bagi pelaku usaha daerah untuk memperkenalkan produk unggulan sekaligus membuka akses pasar nasional.

JAKARTA — Sebanyak 28 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Tenggara ambil bagian dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang digelar di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, 20-23 Agustus 2026. Ajang tahunan ini menjadi panggung bagi produk lokal untuk menembus pasar yang lebih luas.

Mengusung tema "Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing", KKI 2026 melibatkan 27 kementerian dan lembaga serta 34 mitra strategis. Secara nasional, sektor UMKM menyerap 97 persen tenaga kerja dan berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) dengan jumlah pelaku mencapai sekitar 64 juta.

Wastra dan Kopi Sultra Jadi Andalan di Panggung Nasional

Pada kategori wastra, Sulawesi Tenggara diwakili Annisa Tenun Masalili dan Sultra Tenun. Sementara itu, Anoa Coffee dan Arentim mewakili daerah ini di area Cangkir Nusantara. Deretan produk lain yang turut dibawa antara lain Saraba Al Amin, Bin Amr Food, Biwon, Coklat Anoa, hingga Tenun Buton.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Tenggara Edwin Permadi menegaskan keterlibatan UMKM binaan dalam KKI 2026 merupakan bagian dari upaya berkelanjutan mendorong pelaku usaha daerah naik kelas. Menurut dia, ajang ini bukan sekadar pameran produk, melainkan ruang membangun jejaring dan memperluas akses pasar.

"Diharapkan UMKM tidak hanya mendapatkan ruang untuk memperkenalkan produk, tetapi juga memperoleh pengalaman dan inspirasi untuk terus meningkatkan kualitas serta inovasi produknya," ujar Edwin dalam keterangan resminya.

Kolaborasi Desainer Nasional Angkat Tenun Masalili

Kekayaan wastra Sultra tidak hanya dipamerkan di booth. Annisa Tenun Masalili berkolaborasi dengan desainer nasional Dery Rizkianto dan Peggy Hartanto dalam Pagelaran Fashion Wastra Karya Kreatif Indonesia 2026 bertajuk "Romansa Muda". Kolaborasi ini mempertemukan identitas budaya daerah dengan desain kontemporer.

Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti menyebut penguatan UMKM ke depan diarahkan pada tiga kata kunci: bangkit, tangguh, dan berdaya saing. "Bangkit merupakan semangat pemulihan UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam. Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan. Berdaya saing diwujudkan melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar domestik maupun ekspor," kata Destry saat membuka KKI 2026.

Lebih dari 550 UMKM Ramaikan Pameran Fisik

Selama empat hari pelaksanaan, pameran fisik KKI 2026 diikuti lebih dari 550 UMKM dari berbagai daerah. Adapun pameran secara daring melalui platform KKI melibatkan lebih dari 1.300 UMKM. Tahun ini, ajang yang memasuki penyelenggaraan ke-11 tersebut mengusung semangat "BeudayaMeusareSare" dari Aceh, yang bermakna berdaya dan bersama-sama.

KKI 2026 juga menghadirkan sejumlah pembaruan, di antaranya program CANGKIR BARISTA dan CITRA NUSA, perluasan kolaborasi, serta penerapan prinsip keberlanjutan melalui KKI Bijak dengan konsep zero emission dan zero waste to landfill. Kegiatan dibuka langsung oleh Destry Damayanti bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional Selvi Gibran Rakabuming, serta dihadiri Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.

Reporter: Toni Haryadi
Sumber: sultrakini.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top