Mitsubishi ASX VR-e Meluncur di Australia, Pasar ASEAN Ditinggalkan

Penulis: Vicky Prasetya  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 17:03:31 WIB
Mitsubishi ASX VR-e resmi diperkenalkan untuk pasar Australia dan Selandia Baru tahun ini.

SULAWESI TENGGARA — Mitsubishi mengonfirmasi kendaraan listrik ASX VR-e akan dirilis untuk pasar Australia dan Selandia Baru tahun ini. Target penjualan dipatok 1.500 unit hingga akhir tahun fiskal 2026 di kedua negara tersebut, demikian dikutip dari Nikkei Asia, Senin (24/8).

Keputusan ini menandai pergeseran strategi besar. CEO Mitsubishi Motors, Takao Kato, mengakui bahwa rencana jangka menengah sebelumnya terlalu fokus pada produk untuk pasar ASEAN.

Produksi Ditangani Foxconn, Bukan Pabrik Mitsubishi

ASX VR-e tidak dirakit sendiri oleh Mitsubishi. Produksinya dipercayakan kepada Foxtron Vehicle Technologies, unit bisnis otomotif milik Foxconn asal Taiwan. Ini menjadi sejarah pertama bagi Foxtron memasok kendaraan listrik untuk merek Jepang.

Kemitraan berbasis original equipment manufacturer (OEM) ini merupakan buah dari keputusan Mitsubishi menghentikan pengembangan EV secara mandiri demi efisiensi biaya. Sumber daya perusahaan kini dialihkan untuk memperkuat lini plug-in hybrid, sementara kebutuhan EV dipenuhi lewat pasokan mitra.

Penjualan ASEAN Merosot, Target Pertumbuhan Meleset

Kinerja Mitsubishi di ASEAN memang sedang tertekan. Penjualan kuartal terakhir merosot 7 persen, berbanding terbalik dengan proyeksi awal yang menargetkan pertumbuhan 10 persen. Dampaknya terasa ke angka global, di mana total penjualan turun 8 persen menjadi 179 ribu unit.

Wilayah Asia Tenggara selama ini menjadi tulang punggung Mitsubishi, menyumbang sekitar 30 persen dari total penjualan global pada tahun fiskal 2025. Melemahnya daya beli akibat inflasi, kenaikan suku bunga, dan serbuan mobil listrik murah China menjadi faktor utama penurunan ini.

Jalan Baru di Amerika Utara: Mengandalkan Nissan dan Honda

Untuk menutup penurunan di ASEAN, Mitsubishi menjadikan Amerika Serikat dan Australia sebagai wilayah pemulihan utama. Karena tidak memiliki pabrik di Amerika Utara, Mitsubishi menggandeng Nissan Motor dan Honda Motor untuk mengisi lini produk hingga 2030.

Mulai paruh kedua 2026, Mitsubishi akan mendatangkan kendaraan listrik berbasis Nissan Leaf. Pasokan mobil pikap dari pabrik Nissan di Mississippi juga dijadwalkan meluncur pada 2029, sebuah langkah untuk menghindari tarif impor Amerika Serikat.

Melalui efisiensi dan perombakan peta bisnis ini, Mitsubishi menargetkan penjualan global mencapai 850 ribu unit pada tahun fiskal 2026. Amerika Utara diproyeksikan menjadi sumber profit yang stabil karena penetrasi mobil listrik murah China di kawasan tersebut masih relatif terbatas.

Reporter: Vicky Prasetya
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top