BOMBANA — Tim SAR gabungan mengakhiri operasi pencarian setelah menemukan La Parinta (62) dalam keadaan meninggal dunia, sekitar pukul 01.30 WITA. Jasad korban dievakuasi dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Plh. Kepala Basarnas Kendari, Iwan Gunawan, mengonfirmasi bahwa korban ditemukan mengambang di perairan sekitar 3,85 Nautical Mile (NM) atau sekitar 7,1 kilometer arah utara dari titik awal kejadian (Last Known Position).
"Korban ditemukan pada pukul 01.30 WITA sekitar 3,85 NM arah utara dari perkiraan lokasi kejadian. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke rumah duka untuk diserahterimakan kepada pihak keluarga," ujar Iwan Gunawan dalam keterangannya, Minggu.
Kronologi berawal saat korban berangkat melaut pada Jumat (21/08/2026) pukul 03.00 WITA. Biasanya, La Parinta kembali ke rumah sekitar pukul 20.00 WITA pada hari yang sama, namun hingga malam hari ia tak kunjung pulang.
Kekhawatiran warga memuncak pada Sabtu (22/08/2026) sekitar pukul 09.20 WITA. Warga Dusun Galu, Kelurahan Dongkala, menemukan perahu longboat milik korban dalam kondisi kosong tanpa awak, terapung di antara perairan Kecamatan Telaga Raya dan Kabaena Timur.
Sebelum melapor ke Basarnas Kendari, keluarga dan masyarakat setempat sempat melakukan pencarian awal secara mandiri, namun hasilnya nihil. Operasi SAR resmi dilanjutkan oleh tim gabungan yang berhasil menemukan korban pada dini hari tadi.
Proses pencarian yang berlangsung pada malam hari itu disebutkan berjalan lancar. Berdasarkan data BMKG, kondisi cuaca saat pencarian cerah dengan kecepatan angin sekitar 8,5 km/jam dari arah utara dan tinggi gelombang mencapai 0,5 hingga 1 meter.
Dengan ditemukannya korban, seluruh rangkaian Operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi ditutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat telah dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.