KONAWE UTARA — Warga Desa Ulu Sawa dan sekitarnya di Kecamatan Sawa kini memiliki akses baru yang lebih mudah setelah Jembatan Perintis Garuda diresmikan penggunaannya. Peresmian berlangsung Jumat, 21 Agustus 2026, dan ditandai langsung oleh Kepala Staf Teritorial (Kaster) Panglima TNI, Letnan Jenderal TNI Bambang Trisnohadi.
Jembatan ini bukan satu-satunya yang dibangun lewat skema kolaborasi tersebut. Satu jembatan lainnya berada di Desa Banggina dengan bentangan lebih panjang, yakni 50 meter. Keduanya diharapkan memperlancar aktivitas harian masyarakat, mulai dari akses sekolah, kegiatan ekonomi, hingga pelayanan publik.
Keberadaan Jembatan Perintis Garuda menjawab kebutuhan dasar warga akan akses antardesa yang selama ini terbatas. Anak-anak sekolah tidak perlu lagi menempuh jalur yang sulit, sementara warga yang bekerja di sektor ekonomi mendapat jalur distribusi yang lebih pendek dan aman.
“Jembatan terbangun, akses terbuka, harapan tumbuh, TNI hadir untuk rakyat,” kata Letjen TNI Bambang Trisnohadi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (25/8/2026). Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur penghubung menjadi prioritas pemerintah untuk mendukung aktivitas masyarakat di wilayah yang membutuhkan konektivitas.
General Manager PT ANTAM (Persero) Tbk UBPN Konawe Utara, Eko Aditya, S.T., menyampaikan apresiasi kepada Kodam XIV/Hasanuddin, Pemerintah Kabupaten Konawe Utara, serta masyarakat yang terlibat dalam proses pembangunan. Menurutnya, sinergi ini merupakan wujud kehadiran perusahaan di tengah masyarakat.
“Bagi ANTAM, Konawe Utara bukan sekadar lokasi operasional tambang, melainkan bagian penting dari keberadaan perusahaan. Oleh karena itu, fokus kami adalah berjalan berdampingan dengan masyarakat serta berupaya memberikan nilai tambah bagi daerah,” ujar Eko.
Bupati Konawe Utara, Dr. H. Ikbar, S.H., M.H., turut menyampaikan terima kasih atas kontribusi nyata yang diberikan TNI dan PT ANTAM. Ia menilai pembangunan ini tepat sasaran dan menjawab kebutuhan mendesak masyarakat di wilayah Kecamatan Sawa.
Salah seorang warga, Misbah, mengaku bersyukur akses baru ini akhirnya tersedia. Ia berharap jembatan tidak hanya dimanfaatkan, tetapi juga dirawat secara kolektif oleh pengguna.
“Kami berterima kasih kepada TNI dan PT ANTAM, karena sekarang masyarakat punya akses yang lebih mudah. Jembatan ini sangat membantu kami dalam beraktivitas sehari-hari, terutama untuk pergi ke sekolah dan menyeberang,” kata Misbah.
Peresmian jembatan berlangsung meriah dengan penyambutan murid-murid sekolah dasar yang berbaris sebagai pagar kehormatan. Sanggar Kesenian Konawe Utara juga menampilkan tari selamat datang dalam rangkaian acara tersebut.
Setelah seremoni, kegiatan dilanjutkan dengan bakti sosial berupa pembagian sembako kepada masyarakat di sejumlah desa di Kabupaten Konawe Utara. Langkah ini menjadi bagian dari pendekatan sosial yang menyertai pembangunan infrastruktur fisik di daerah tersebut.