SULAWESI TENGGARA — Bunda, pernahkah tiba-tiba merasa mual atau tidak nyaman saat suami mendekat, padahal sebelumnya tidak ada masalah? Tenang, Bunda tidak sendirian. Banyak ibu hamil mengalami hal serupa, dan ini bukan berarti Bunda tidak sayang lagi dengan pasangan.
Selama kehamilan, kadar hormon estrogen dan progesteron meningkat pesat. Perubahan hormonal ini membuat indra penciuman menjadi jauh lebih sensitif dari biasanya. Kondisi ini dikenal dengan istilah hyperosmia, yang dialami oleh sebagian besar ibu hamil di trimester pertama.
Akibatnya, aroma yang dulu terasa biasa saja—termasuk bau badan, parfum, atau sabun mandi suami—kini bisa tercium sangat menyengat dan memicu rasa mual. Ini adalah respons alami tubuh untuk melindungi janin dari potensi bahaya, meskipun efeknya terasa mengganggu.
Keluhan tidak tahan bau suami ini paling sering muncul pada trimester pertama, tepatnya di usia kehamilan 6-12 minggu. Pada periode ini, sensitivitas penciuman mencapai puncaknya seiring dengan tingginya kadar hCG dalam tubuh.
Memasuki trimester kedua, sekitar minggu ke-13 hingga ke-14, sebagian besar ibu hamil mulai merasakan penurunan sensitivitas ini. Namun, ada juga sebagian kecil yang tetap mengalaminya hingga menjelang persalinan. Setelah melahirkan dan kadar hormon kembali normal, indra penciuman biasanya pulih seperti sedia kala.
Bunda bisa mencoba beberapa langkah praktis untuk mengurangi rasa tidak nyaman tanpa harus menjauh dari pasangan:
Meski umumnya wajar, ada kondisi yang perlu diwaspadai. Jika sensitivitas penciuman disertai muntah berlebihan yang menyebabkan dehidrasi, penurunan berat badan signifikan, atau tidak bisa makan dan minum sama sekali, segera konsultasikan dengan dokter kandungan. Ini bisa menjadi tanda hyperemesis gravidarum yang membutuhkan penanganan medis khusus.
Perubahan penciuman saat hamil adalah bagian dari perjalanan kehamilan yang unik. Dengan pemahaman yang baik dan dukungan suami, masa ini bisa dilalui dengan lebih nyaman. Sembari menunggu kondisi membaik, jaga komunikasi dan suasana hati tetap positif, ya Bunda.