Satuan Brimob Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) mengedukasi murid Taman Kanak-kanak (TK) Smart School di Kendari mengenai bahaya dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk menanamkan kepedulian lingkungan sejak usia dini di tengah kondisi cuaca panas yang rentan memicu titik api.
KENDARI — Personel Satuan Brimob Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) turun ke TK Smart School Kendari untuk memberikan pemahaman tentang bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada anak-anak usia dini. Langkah ini diambil sebagai upaya preventif menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.
Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sultra Kombes Pol Agus Setiawan mengatakan, edukasi ini diharapkan mampu membuat anak-anak memahami pentingnya menjaga lingkungan. Mereka juga diharapkan ikut menjadi bagian dari upaya pencegahan karhutla.
"Melalui edukasi sejak usia dini, kami berharap anak-anak dapat memahami pentingnya menjaga lingkungan dan turut menjadi bagian dari upaya pencegahan karhutla," kata Agus di Kendari, Kamis.
Kegiatan ini tidak hanya sekadar seremonial. Para personel Satbrimob menyampaikan materi yang dikemas sederhana agar mudah dicerna oleh murid TK.
Materi yang diberikan mencakup pengenalan bahaya serta dampak buruk karhutla. Selain itu, anak-anak juga diajak untuk memupuk kebiasaan memelihara kelestarian alam dan menghindari tindakan yang berpotensi memicu timbulnya titik api.
Di sela-sela kegiatan edukasi, personel Satbrimob Polda Sultra juga membagikan masker kepada para murid dan pengajar. Pembagian ini bukan tanpa alasan.
Masker dibagikan sebagai langkah pencegahan untuk membantu meminimalisir dampak gangguan kesehatan. Kondisi cuaca ekstrem dan potensi kabut asap menjadi perhatian utama dalam kegiatan ini.
"Pembagian masker dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk membantu meminimalisir dampak gangguan kesehatan yang dapat muncul akibat kondisi cuaca ekstrem maupun potensi kabut asap," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Satbrimob Polda Sultra turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan bersama. Hal ini dinilai penting terutama di tengah kondisi cuaca panas dan kering yang sedang melanda.
Agus menegaskan bahwa penanganan dan pencegahan karhutla tidak bisa dilakukan sendiri oleh aparat kepolisian. Dibutuhkan kolaborasi aktif dari berbagai pihak.
Instansi pendidikan, lingkungan keluarga, hingga masyarakat umum diharapkan terlibat. Dengan begitu, potensi bencana kebakaran dapat ditekan sejak dini sebelum meluas.