MUNA — Kebakaran menghanguskan rumah panggung milik Sartini, seorang pedagang roti di Desa Pentiro, Kecamatan Napabalano, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat (28/8/2026) sore. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.30 Wita itu menimbulkan kerugian materiel ditaksir mencapai Rp 40 juta.
Kebakaran itu bermula dari dapur rumah korban yang terbuat dari kayu dan beratap daun rumbia. Bagian depan rumah yang berdinding papan dan beratap seng ikut dilalap si jago merah sebelum api berhasil dipadamkan.
Kepala Seksi (Kasi) Hubungan Masyarakat (Humas) Polres Muna, Iptu Muhammad Jufri, menjelaskan kebakaran diduga dipicu oleh tungku dapur yang tidak padam sepenuhnya. Saat itu, Sartini baru saja selesai menggoreng roti dan menyiramkan air ke tungku untuk memadamkan apinya.
“Korban mematikan tungku dapur dengan menyiramkan air dan tidak memastikan api benar-benar padam, karena terburu-buru hendak menjual roti di lapangan Desa Pantiro,” jelas Jufri melalui keterangan resminya, Sabtu (29/8).
Setelah menyiapkan seluruh dagangannya, Sartini bergegas menuju lapangan Desa Pantiro. Namun, tak berselang lama, ia mendengar teriakan warga yang memberitahukan bahwa rumahnya terbakar. Ia pun segera kembali dan mendapati api sudah membesar.
Sartini bersama warga sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Sayangnya, material rumah yang dominan kayu serta kondisi cuaca berangin kencang membuat usaha tersebut tidak membuahkan hasil.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kerugian materiel ditaksir mencapai Rp 40 juta. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh Tim Inafis Polres Muna.