SULAWESI TENGGARA — Hyundai resmi membuka pemesanan awal Ioniq V di ajang Chengdu Auto Show pada 21 Agustus lalu. Mobil ini merupakan model pertama dari merek Ioniq yang dirancang khusus untuk pasar Tiongkok, bukan versi global yang dijual di Korea, Eropa, atau Amerika. Peluncuran resminya baru akan dilakukan pada September mendatang, sementara konsep awal mobil ini sudah diperkenalkan sebagai konsep Venus di Beijing Auto Show, April tahun ini.
Ioniq V ditawarkan dalam tiga varian dengan rentang harga yang relatif dekat, sekitar Rp25 jutaan antar varian. Berikut rinciannya:
Dengan panjang hampir lima meter, harga tersebut terbilang agresif untuk ukuran sedan sebesar ini. Pilihan baterai LFP dari CATL menjadi kunci utama untuk menekan biaya produksi.
Dua varian terendah—Standard dan Smart Driving—menggunakan baterai LFP 53,5 kWh dari CATL dengan motor tunggal bertenaga 140 kW atau setara 188 tenaga kuda. Jarak tempuhnya diklaim mencapai 520 sampai 540 kilometer berdasarkan standar CLTC yang berlaku di China.
Varian tertinggi Long-Range mendapatkan baterai lebih besar, 66,8 kWh, dengan motor 168 kW atau setara 225 tenaga kuda. Jarak tempuhnya tembus 620 sampai 650 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Pilihan kimia baterai LFP ini memang masuk akal untuk pasar China yang sedang mengalami perang harga ketat. Selain lebih murah, baterai jenis ini dikenal lebih tahan lama dan efisien untuk penggunaan harian.
Salah satu daya tarik utama Ioniq V adalah layar berukuran 27 inci yang membentang di dasbor, hampir sebesar televisi ruang tamu. Ini menjadi pembeda visual yang langsung terlihat begitu masuk ke kabin.
Namun, ada beberapa catatan penting yang perlu dipertimbangkan. Pertama, Ioniq V hanya dipasarkan di China—tidak ada rencana resmi untuk pasar Indonesia. Kedua, jarak tempuh yang diklaim menggunakan standar CLTC yang cenderung lebih optimistis dibandingkan standar WLTP atau NEDC yang umum dipakai di pasar lain. Angka 650 km tersebut kemungkinan akan lebih rendah dalam kondisi berkendara nyata di jalan tol.
Ioniq V menunjukkan bagaimana Hyundai beradaptasi dengan pasar China yang sangat kompetitif. Harga Rp306 juta untuk sedan listrik sepanjang hampir lima meter dengan layar 27 inci adalah nilai yang sulit ditandingi di pasar global.
Sayangnya, mobil ini tidak akan hadir di Indonesia dalam waktu dekat. Bagi konsumen Tanah Air yang mencari sedan listrik dengan jarak tempuh panjang, pilihan tetap terbatas pada model yang diimpor resmi dengan harga jauh lebih tinggi. Ioniq V menjadi bukti bahwa perang harga EV di China menghasilkan produk dengan spesifikasi gila dengan harga yang sulit dipercaya—tapi hanya untuk mereka yang tinggal di sana.