64 Pasangan Siap Bertanding di Tournament Domino GARDU IMBOL Baubau, Ubah Stigma Judi Jadi Olahraga Intelektual

Penulis: Udin Syamsul  •  Senin, 31 Agustus 2026 | 22:42:07 WIB
pasangan peserta siap bertanding dalam Tournament Domino GARDU IMBOL Baubau yang digelar pada 5–6 September 2026.

BAUBAU — Komunitas Keluarga Domino Unggul Imam Bonjol (GARDU IMBOL) Kota Baubau menargetkan 64 pasangan peserta untuk bersaing dalam turnamen yang akan digelar selama dua hari, Sabtu hingga Minggu, 5–6 September 2026. Peserta tidak hanya datang dari Kota Baubau, tetapi juga ditargetkan dari Kabupaten Muna, Kabupaten Buton, Kabupaten Buton Tengah, dan Kabupaten Buton Selatan.

Mengubah Stigma Negatif Domino

Turnamen ini sengaja digelar sebagai bentuk apresiasi atas ditetapkannya domino sebagai salah satu cabang olahraga. Panitia menegaskan kegiatan ini merupakan ajang resmi yang diharapkan mampu memutus asosiasi domino dengan perjudian yang selama ini melekat di masyarakat.

"Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi wadah penyaluran hobi masyarakat dan mengubah citra domino menjadi olahraga intelektual yang mengedepankan strategi, konsentrasi dan kerja sama," ujar Mamnun Laidu, inisiator sekaligus Dewan Penasihat Tournament GARDU IMBOL 2026.

Jadwal Mundur Satu Pekan karena Kendala Teknis

Awalnya, turnamen ini dijadwalkan berlangsung pada 29–30 Agustus 2026. Namun panitia terpaksa mengundur pelaksanaannya selama satu pekan.

Mamnun menjelaskan, penundaan tersebut murni disebabkan kendala teknis yang dihadapi panitia di lapangan. Keputusan ini diambil agar persiapan perlombaan bisa matang dan peserta mendapat pelayanan terbaik saat hari pelaksanaan nanti.

Manfaat Sosial dan Ekonomi bagi Warga

Selain sebagai ajang kompetisi, turnamen ini dirancang untuk memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat. Panitia menilai permainan domino mampu mengasah kemampuan kognitif dan daya pikir pemainnya.

Kegiatan ini juga dinilai dapat memperkuat hubungan sosial antarwarga sekaligus menggerakkan perekonomian lokal. Kedatangan peserta dari luar daerah diperkirakan akan memutar roda usaha mikro di sekitar lokasi pertandingan, mulai dari kuliner hingga akomodasi.

"Tournament seyogyanya dilaksanakan pada 29–30 Agustus lalu. Namun karena ada kendala teknis, sehingga pelaksanaannya kami undur satu minggu, yakni pada 5–6 September 2026," ungkapnya.

Harapan Dukungan Pemkot Baubau

Panitia berharap Pemerintah Kota Baubau dan seluruh lapisan masyarakat turut mendukung suksesnya penyelenggaraan turnamen ini. Dukungan tersebut dinilai penting agar kegiatan berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi warga.

"Kami sangat mengharapkan peran serta dan dukungan Pemerintah dan masyarakat Kota Baubau guna menyukseskan kegiatan ini. Semoga tournament dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat," pungkas Mamnun.

Reporter: Udin Syamsul
Sumber: rubriksultra.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top