KENDARI — Rapat koordinasi yang digelar pada Rabu (26/8/2026) itu mempertemukan Dinas Perhubungan Kota Kendari, PT Jasa Raharja Sulawesi Tenggara, dan Satlantas Polresta Kendari. Salah satu persoalan yang disorot adalah parkir liar armada angkutan barang yang memicu kepadatan di sejumlah ruas jalan utama.
Kabid Lalu Lintas Jalan Dinas Perhubungan Kota Kendari, Fredy Pidani, S.E., menyebut hasil survei lapangan di Jalan Maddusila dan Jalan Banawula Sinapoy masih menemukan pengemudi yang memarkirkan gandengan atau kontainer di badan jalan.
Dishub mengimbau para pengusaha angkutan untuk menertibkan armadanya agar menggunakan pool yang telah disiapkan. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas, terutama di jam sibuk perkantoran dan sekolah.
Data yang dipaparkan Jasa Raharja menunjukkan kelalaian manusia atau human error masih menjadi faktor utama kecelakaan. Kelompok usia pelajar dan usia produktif mendominasi angka tersebut.
Selain korban jiwa, tercatat 507 orang mengalami luka-luka akibat kecelakaan di Kota Kendari hingga Juli 2026. Angka ini sekaligus menjadi alarm bagi para pemangku kepentingan untuk memperketat pengawasan di titik rawan.
FLLAJ menyepakati tiga rencana tindak lanjut. Pertama, pemasangan spanduk peringatan di titik rawan kecelakaan yang tersebar di Kecamatan Kambu, Poasia, Baruga, Puuwatu, Mandonga, dan Kendari Barat.
Kedua, gencar melakukan safety campaign ke sekolah-sekolah di wilayah rawan. Edukasi keselamatan berlalu lintas ini akan digelar rutin berkolaborasi dengan Satlantas Polresta Kendari.
Ketiga, penindakan tegas terhadap pelanggaran kasat mata. Satlantas Polresta Kendari akan fokus pada pengemudi tanpa helm dan pelanggar rambu jalan.
Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja Sultra, Nur Akbar, menekankan pentingnya forum komunikasi seperti FLLAJ untuk meminimalisir angka kecelakaan di Sultra.
“Melalui optimalisasi wadah komunikasi FKLL ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi melahirkan kebijakan yang efektif demi menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) yang prima bagi masyarakat Kendari,” ujarnya dalam siaran pers Humas Jasa Raharja, Senin (31/8/2026).
Rapat koordinasi ini direncanakan berlangsung rutin setiap bulan. Kesinambungan forum diharapkan memastikan ketertiban dan keselamatan berkendara di Kota Kendari terus terjaga.