SULAWESI TENGGARA — Penyanyi jebolan ajang pencarian bakat Ihsan Tarore kini menjajal peruntungan di bisnis kuliner dengan membuka warung sate maranggi. Usaha itu sempat melewati masa sulit ketika dagangannya hanya laku satu porsi dalam sehari. Kini ia berharap bisnis tersebut bisa berkembang lebih stabil seiring bertambahnya pelanggan.
Ihsan Tarore memilih sate maranggi sebagai menu utama usaha kulinernya. Penyanyi yang dikenal lewat ajang pencarian bakat itu mengaku terjun ke bisnis makanan karena ingin membangun sumber penghasilan di luar dunia musik.
Keputusan tersebut bukan tanpa risiko. Pada masa awal berjualan, Ihsan sempat merasakan sepinya pembeli hingga hanya satu porsi yang terjual dalam sehari.
Pengalaman pahit itu menjadi pelajaran berharga bagi Ihsan. Ia tak menampik bahwa merintis usaha kuliner jauh berbeda dari tampil di atas panggung.
Meski begitu, Ihsan memilih bertahan dan terus memperbaiki kualitas dagangannya. Perlahan, jumlah pelanggan mulai bertambah seiring promosi yang ia lakukan.
Sate maranggi dipilih karena cita rasanya yang khas dan cocok dengan selera banyak orang. Menu berbahan daging sapi dengan bumbu kecap dan rempah itu dinilai punya pasar yang luas.
Ihsan melihat peluang tersebut sebagai langkah diversifikasi karier di industri hiburan yang persaingannya ketat. Bisnis kuliner dianggap lebih bisa bertahan dalam jangka panjang.
Nama Ihsan Tarore mencuat setelah mengikuti ajang pencarian bakat menyanyi. Sejak itu, ia aktif merilis lagu dan tampil di berbagai panggung musik.
Namun, dinamika industri musik mendorongnya mencari penghasilan tambahan. Usaha sate maranggi menjadi pilihan yang ia tekuni hingga sekarang.
Sejumlah penggemar menyambut positif langkah Ihsan terjun ke dunia kuliner. Mereka menilai keputusan itu menunjukkan sisi lain penyanyi tersebut sebagai pengusaha.
Warung sate maranggi milik Ihsan kini menjadi salah satu tempat yang kerap dikunjungi pelanggan. Beberapa di antaranya datang karena penasaran dengan sosok pemiliknya.
Bagi Ihsan, bisnis ini bukan sekadar mencari keuntungan. Ia ingin membuktikan bahwa seorang musisi bisa bertahan dengan membangun usaha mandiri di tengah ketatnya persaingan industri hiburan.