PT Vale Indonesia Tbk melalui proyek Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa berkomitmen memenuhi komposisi tenaga kerja 70 persen lokal dan 30 persen nonlokal di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Komitmen itu disampaikan menyusul Rapat Dengar Pendapat di DPRD Sulawesi Tenggara bersama kelompok masyarakat yang menyoroti transparansi perekrutan. Perusahaan menyatakan pemenuhan komposisi dilakukan bertahap mengikuti progres konstruksi.
KENDARI — Senior Manager HSOR PT Vale IGP Pomalaa, Guntur Suryaning Hadi, menyatakan pihaknya bersama seluruh mitra kontraktor akan mengikuti aturan komposisi tenaga kerja yang berlaku. Pemenuhan kuota itu dilakukan bertahap, menimbang perkembangan proyek, volume pekerjaan, dan kebutuhan kompetensi di tiap tahap konstruksi.
Pada tahap awal konstruksi, sejumlah pekerjaan menuntut presisi tinggi, seperti pembangunan tangki bahan bakar atau fuel tank. Untuk pekerjaan itu, perusahaan memprioritaskan tenaga ahli berpengalaman demi menjaga kualitas dan standar keselamatan kerja.
"Prosesnya terus berkembang mengikuti progres pekerjaan. Ketika volume pekerjaan bertambah, tentu penyerapan tenaga kerja juga akan bertambah," ujar Guntur.
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kolaka memaparkan data ketenagakerjaan proyek IGP Pomalaa dalam rapat tersebut. Tercatat 4.300 tenaga kerja lokal Kolaka dan 5.126 tenaga kerja dari luar Kolaka.
Rincian per kontraktor:
Guntur menyebut data itu masih memerlukan sinkronisasi. Sebab, sejumlah kontraktor sudah melaporkan data ke instansi ketenagakerjaan kabupaten, tetapi laporan belum diteruskan atau tercatat di tingkat provinsi.
Perusahaan mengakui ada ketidaksinkronan alur pelaporan data dari sejumlah mitra kontraktor kepada instansi terkait. Koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja tengah dilakukan agar alur pelaporan berbasis sistem daring dipahami seluruh kontraktor.
"Kami sedang berbenah dan berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja agar alur pelaporan berbasis sistem daring dapat dipahami seluruh kontraktor, sehingga data yang disajikan sinkron," tutur Guntur.
Data tersebut akan diperbarui dan disinkronkan melalui sistem pelaporan daring sebelum RDP berikutnya yang dijadwalkan pada pekan kedua Oktober 2026.
Guntur menegaskan tidak ada tenaga kerja asing yang bekerja langsung dalam kegiatan operasional proyek IGP Pomalaa, baik di internal PT Vale maupun perusahaan mitra kontraktor. Jika ada, statusnya berada di kantor pusat Jakarta atau hanya melakukan kunjungan kerja singkat.
Pada aspek keselamatan dan kesehatan kerja, perusahaan menerapkan screening kesehatan terhadap pekerja, pembekalan dan pelatihan sebelum bekerja, serta pemenuhan sertifikasi alat berat yang digunakan mitra.
Untuk lingkungan, PT Vale rutin menyampaikan laporan bulanan dan triwulanan terkait dokumen Persetujuan Teknis (Pertek) dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) kepada pemerintah daerah dan pusat. Perusahaan juga membuka ruang dialog bagi warga sekitar wilayah operasional untuk menyampaikan aspirasi maupun pengaduan.