Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Tenggara Azwar Anas memantau langsung pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar Calon Taruna/Taruni Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan 2026 di UPT BKN Kendari. Pengawasan dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan seleksi berbasis Computer Assisted Test BKN berjalan tertib, transparan, dan akuntabel. Total peserta seleksi di wilayah Sultra mencapai 109 orang.
KENDARI — Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Tenggara Azwar Anas bersama Kakanwil Ditjen Pemasyarakatan Sultra memantau langsung pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar Calon Taruna/Taruni Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026 di UPT BKN Kendari, Minggu (27/9). Pemantauan menyasar seluruh rangkaian ujian berbasis Computer Assisted Test BKN.
Azwar menegaskan pihaknya berkomitmen menjaga proses seleksi berjalan bersih dan berintegritas. Sistem CAT BKN dinilai tidak dapat diintervensi dan hasilnya bisa dilihat langsung oleh peserta.
"Kami berkomitmen penuh untuk menjaga proses seleksi ini berjalan bersih, transparan, dan berintegritas. Sistem CAT BKN tidak dapat diintervensi dan hasilnya dapat dilihat langsung oleh peserta," kata Azwar Anas di Kendari.
Pada pelaksanaan sesi keempat hari pertama, tercatat 48 peserta hadir dari total 50 peserta yang dijadwalkan. Dua peserta lainnya dinyatakan tidak hadir.
Secara keseluruhan, total peserta seleksi di wilayah Sultra mencapai 109 orang. Rangkaian ujian dijadwalkan berlanjut pada Senin (28/9) untuk Sesi 1 dan Sesi 2.
Panitia daerah bersama Tim Pelaksana CAT BKN menerapkan Standar Operasional Prosedur secara ketat. Pemeriksaan fisik dilakukan untuk mencegah masuknya barang-barang dilarang seperti telepon seluler, kamera, alat pendengar, maupun catatan ke ruang ujian.
Seluruh sarana dan prasarana penunjang dipastikan berfungsi optimal. Perangkat komputer, jaringan, sistem CAT BKN, hingga CCTV tidak mengalami kendala teknis maupun kejadian khusus selama proses ujian berlangsung.
Azwar juga mengimbau seluruh peserta untuk percaya pada kemampuan diri sendiri. Peserta diminta mengikuti seluruh alur seleksi dengan disiplin tinggi.
Melalui proses seleksi yang ketat dan transparan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan berharap dapat menjaring calon taruna-taruni terbaik. Mereka diharapkan memiliki integritas serta kapasitas akademik mumpuni.