FLOQ Luncurkan KOL Watchlist, Pantau 3 KOL Kripto dengan 333.000 Kunjungan

Penulis: Vicky Prasetya  •  Minggu, 11 Oktober 2026 | 11:01:01 WIB
FLOQ merilis fitur KOL Watchlist untuk memantau daftar aset kripto dari tiga KOL terverifikasi.

KENDARI — FLOQ merilis fitur KOL Watchlist sebagai sarana informasi dan edukasi bagi pengguna, terutama investor pemula yang selama ini mencari referensi investasi dari media sosial. Setiap KOL yang tampil wajib memiliki akun FLOQ yang sudah melewati proses verifikasi identitas atau know your customer (KYC). Daftar aset yang dipantau terhubung dengan aset favorit pada akun masing-masing KOL.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menyatakan fitur tersebut dikembangkan untuk memberi akses informasi yang lebih transparan kepada pengguna. Menurut dia, banyak pemula mengambil keputusan dari potongan video atau unggahan yang tidak jelas kapan dibuat dan oleh siapa.

"Selama ini banyak pemula mengambil keputusan dari potongan video atau unggahan yang tidak jelas kapan dibuat dan oleh siapa. Kami ingin memindahkan percakapan itu ke tempat yang lebih terang. Siapa KOL-nya jelas, akunnya terverifikasi, dan kapan daftarnya terakhir diperbarui juga terlihat," kata Yudho dalam keterangan tertulis, Rabu (7/10/2026).

Setiap Daftar Berisi 5 hingga 10 Aset Kripto

Dalam fitur KOL Watchlist, setiap daftar memuat sekitar lima hingga 10 aset kripto dan dilengkapi informasi waktu pembaruan terakhir. Informasi itu dimaksudkan membantu pengguna menimbang relevansi daftar dengan kondisi pasar saat diakses.

FLOQ menegaskan daftar aset dalam watchlist bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual aset tertentu. Yudho menyebut watchlist tidak dapat disamakan dengan rekomendasi investasi.

"Watchlist itu daftar pantauan, bukan sinyal beli. KOL juga bisa keliru, dan pasar kripto bergerak sangat cepat. Kami ingin pengguna belajar melihat cara orang berpengalaman menyusun perhatiannya, lalu memutuskan sendiri berdasarkan riset dan profil risikonya," ujarnya.

Tiga KOL di Daftar Awal dan Jumlah Kunjungannya

Pada tahap awal, KOL Watchlist menampilkan tiga tokoh yang diurutkan berdasarkan jumlah kunjungan ke halaman masing-masing di aplikasi FLOQ. Urutan tersebut mencerminkan tingkat kunjungan pengguna, bukan kinerja aset yang dipantau.

  • Kalimasada — 126.400 kunjungan. Edukator dan trader kripto, salah satu pendiri komunitas belajar kripto Akademi Crypto.
  • Andreas Tobing — 109.000 kunjungan. Kreator konten yang membahas blockchain dan Web3 melalui TikTok, YouTube, dan Instagram.
  • Andy — 97.600 kunjungan. Berinvestasi di aset kripto sejak 2017 dan penggagas komunitas edukasi Crypstocks.

Bertepatan dengan Satu Tahun FLOQ Beroperasi

Peluncuran KOL Watchlist berlangsung saat FLOQ genap satu tahun beroperasi. Dalam periode itu, FLOQ menyebut jumlah pengguna mencapai 1,8 juta. Total dana dalam bentuk rupiah dan aset kripto yang disetorkan pengguna juga disebut melampaui Rp1 triliun.

FLOQ menyebut perusahaan memperoleh penghargaan sebagai exchange kripto dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia pada 2025 melalui Sadewa Award. Pada 2026, perusahaan meraih predikat Top Compliance dari Yudhistira Award serta menghimpun pendanaan 11 juta dollar AS.

"Tumbuh cepat itu bagian yang mudah. Menjaga kepercayaan ketika penggunanya sudah jutaan, itulah produk kami yang sebenarnya. Dana lebih dari Rp1 triliun itu amanah, dan keterbukaan seperti KOL Watchlist adalah salah satu cara kami merawatnya," kata Yudho.

Transaksi Kripto Nasional Naik 12,87 Persen

Peluncuran fitur tersebut berlangsung ketika aktivitas perdagangan aset kripto di Indonesia kembali meningkat. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai transaksi aset kripto pada Agustus 2026 mencapai Rp23,16 triliun, naik 12,87 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Jumlah akun konsumen aset kripto di Indonesia mencapai 23,21 juta akun.

Menurut Yudho, pertumbuhan jumlah pengguna perlu diikuti peningkatan literasi agar masyarakat tidak mengambil keputusan investasi hanya berdasarkan tren atau popularitas suatu aset.

"Semakin banyak orang baru masuk, semakin besar risiko mereka ikut-ikutan. Kami memilih membuka informasinya, sekaligus mengajari cara membacanya," ujarnya.

Risiko yang Perlu Diperhatikan Pengguna Pemula

FLOQ mengingatkan pengguna pemula agar tidak menjadikan daftar KOL Watchlist sebagai dasar tunggal dalam mengambil keputusan transaksi. Pengguna disarankan melihat waktu pembaruan daftar lebih dulu karena kondisi pasar aset kripto dapat berubah dalam waktu singkat.

Riset terhadap proyek, kegunaan aset, tim pengembang, serta likuiditas perlu dilakukan sebelum bertransaksi. FLOQ juga mengingatkan pengguna memakai dana yang tidak diperlukan untuk kebutuhan sehari-hari dan menyesuaikan transaksi dengan profil risiko masing-masing.

Pengguna diminta menghindari keputusan yang didorong fear of missing out (FOMO) dan tidak menempatkan seluruh dana pada satu aset.

Reporter: Vicky Prasetya
Sumber: adiwarta.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top