Alwi Farhan Tembus 10 Besar Dunia, Regenerasi Bulu Tangkis Indonesia Makin Nyata

Penulis: Sofyan Basri  •  Minggu, 11 Oktober 2026 | 18:33:31 WIB
Alwi Farhan melesat ke peringkat 10 besar dunia pada Oktober 2026.

SULAWESI TENGGARA — Tunggal putra Alwi Farhan melesat dari peringkat 46 dunia pada Januari 2025 ke posisi 10 besar dunia pada Oktober 2026, salah satu bukti regenerasi bulu tangkis Indonesia berjalan sesuai jalur. Kemajuan serupa ditunjukkan Moh. Zaki Ubaidillah serta pasangan ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin yang kini menembus persaingan elite dunia.

Lompatan peringkat Alwi bukan satu-satunya sinyal positif dalam dua tahun terakhir. Ubed melesat dari posisi 158 dunia ke peringkat 29 dunia, sementara Raymond/Nikolaus menembus peringkat 14 dunia dari sebelumnya berkutat di kisaran 500 dunia. Tiga nama itu menjadi potret bagaimana atlet muda Indonesia mulai menggeser dominasi pemain senior di papan atas.

Alwi Farhan dan Ubed Ubah Peta Tunggal Putra

Alwi menempuh jalur yang relatif mulus sejak masuk pelatnas. Dalam 21 bulan, peringkatnya naik 36 anak tangga, sebuah kecepatan yang jarang terjadi di sektor tunggal putra. Ubed menyusul dengan lompatan lebih ekstrem: 129 peringkat dalam periode yang sama.

Keduanya kini berada di jalur yang memungkinkan tampil reguler di turnamen BWF World Tour level Super 500 ke atas. Ini penting karena pengalaman bertanding di level itu menjadi syarat mutlak sebelum menembus delapan besar dunia.

Ganda Putra Raymond/Nikolaus Naik 486 Peringkat

Sektor ganda putra punya cerita sendiri. Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin memulai dari peringkat 500 dunia, kini duduk di peringkat 14 dunia. Kenaikan hampir 500 anak tangga itu menempatkan mereka sebagai salah satu pasangan muda paling progresif di Asia Tenggara.

PBSI menilai perkembangan ini sebagai buah dari pembinaan berjenjang yang memberi ruang bagi atlet untuk membangun pengalaman, mental bertanding, dan kemampuan bersaing di level internasional.

Kejurnas 2025 Jadi Pintu Talenta Daerah

Salah satu jalur pembinaan yang terus diperkuat adalah wondr by BNI Kejuaraan Nasional PBSI. Pada Kejurnas 2025, ajang itu diikuti 775 atlet dari 34 provinsi. Jumlah peserta sebesar itu membuka peluang lebih besar bagi atlet daerah menembus jenjang pembinaan yang lebih tinggi.

BNI juga mendukung sejumlah agenda kompetisi bersama PBSI sepanjang 2026, mulai dari Indonesia Masters, Badminton Asia Championships, Indonesia Open, Thailand Open, hingga Badminton Asia Junior Championships.

Okki Rushartomo: Medali Bukan Satu-satunya Ukuran

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menyebut perkembangan atlet muda sebagai indikator penting dalam menjaga kesinambungan prestasi bulu tangkis Indonesia.

"Yang membuat kami optimistis bukan hanya jumlah medali yang diraih, tetapi bagaimana kita melihat semakin banyak atlet muda Indonesia berkembang dan mulai masuk ke persaingan papan atas dunia. Bagi BNI, inilah salah satu indikator bahwa proses pembinaan dan regenerasi perlu terus dijaga secara konsisten," ujar Okki dalam keterangan tertulis.

BNI telah menjadi strategic partner PBSI selama lebih dari lima tahun. Dukungan itu mencakup pembinaan atlet muda, penyelenggaraan kompetisi, serta kesempatan bertanding di level nasional dan internasional.

Enam Medali Asian Games Jadi Pijakan, Bukan Akhir

Okki menegaskan regenerasi penting agar prestasi bulu tangkis Indonesia tidak bergantung pada satu generasi. Menurutnya, keberlanjutan pembinaan menuntut konsistensi program, kesempatan bertanding, kualitas tim pendukung, serta kolaborasi berbagai pihak dalam satu ekosistem.

"BNI meyakini bahwa membangun juara bukan hanya tentang mencapai kemenangan hari ini, tetapi juga memastikan adanya generasi berikutnya yang siap melanjutkan prestasi Indonesia. Karena itu, kami ingin hadir dalam prosesnya, mulai dari pembinaan, memberikan ruang bagi atlet untuk berkembang dan bertanding, hingga mendukung mereka ketika mencapai level internasional," kata Okki.

Dia menambahkan, enam medali Asian Games adalah pencapaian yang layak disyukuri. Namun nilai yang lebih penting adalah bagaimana capaian itu menjadi pijakan untuk membangun generasi berikutnya.

"Enam medali Asian Games adalah sebuah pencapaian yang patut kita syukuri. Namun, bagi kami, nilai yang lebih penting adalah bagaimana pencapaian ini menjadi pijakan untuk membangun generasi berikutnya. Kami berharap kolaborasi BNI, PBSI, pemerintah, atlet, pelatih, dan seluruh ekosistem bulu tangkis dapat terus melahirkan lebih banyak juara yang mengharumkan nama Indonesia di dunia," ujar Okki.

Jalan Masih Panjang Menuju Panggung Olimpiade

Kenaikan peringkat Alwi, Ubed, dan Raymond/Nikolaus baru langkah awal. Tantangan sesungguhnya adalah menjaga konsistensi di turnamen-turnamen besar yang menentukan poin kualifikasi Olimpiade. Sebagai BUMN dalam ekosistem Danantara Indonesia, BNI menyatakan akan terus memperkuat dukungan terhadap pembinaan dan regenerasi atlet sebagai bagian dari kontribusi bagi olahraga nasional.

Reporter: Sofyan Basri
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top