Kabut Asap Selimuti Hampir Seluruh Sultra 17 Oktober, Kendari dan 8 Kabupaten Terdampak

Penulis: Udin Syamsul  •  Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:16:01 WIB
Kabut asap menyelimuti hampir seluruh wilayah Sulawesi Tenggara pada 17 Oktober 2026.

KENDARI — Sebaran asap dipengaruhi pola angin dari arah timur hingga tenggara yang membawa kiriman asap dari Papua Selatan, Maluku, dan sekitarnya menuju Bumi Anoa. BMKG mencatat kondisi itu diperparah kebakaran hutan dan lahan di sejumlah titik di Sultra.

Pengamatan citra satelit Himawari-9 pada 14 Oktober 2026 masih mendeteksi kabut asap di wilayah Sultra dan sekitarnya. Jarak pandang mendatar turun hingga kurang dari tiga kilometer.

Jarak Pandang di Pomalaa dan Baubau sempat di Bawah Dua Kilometer

Pada 12–14 Oktober 2026, kepekatan asap di sejumlah wilayah, termasuk Pomalaa dan Baubau, membuat jarak pandang merosot hingga kurang dari dua kilometer. Situasi itu turut mengganggu aktivitas penerbangan di beberapa bandara di Sultra.

Pemantauan satelit sensor VIIRS dan MODIS mencatat 1.644 titik panas di Sultra selama periode 7–12 Oktober 2026. Kabupaten Konawe menyumbang titik panas terbanyak dengan 379 titik.

Kabupaten Buton menyusul dengan 267 titik, disusul Kabupaten Bombana sebanyak 202 titik. Sebaran titik panas itu menjadi penanda masih aktifnya kebakaran lahan di tiga wilayah tersebut.

Jadwal Sebaran Asap 15–17 Oktober 2026

Pada Kamis (15/10/2026), wilayah yang berpotensi mengalami kabut asap meliputi Kabupaten Konawe Utara, Konawe, Kolaka Utara, Kolaka, dan Kolaka Timur.

Sehari berikutnya, potensi kabut asap diprakirakan terjadi di Kabupaten Buton Utara, Konawe Selatan, Konawe Kepulauan, Muna, serta Kota Kendari.

Pada Sabtu (17/10/2026), kabut asap kategori sedang hingga tinggi berpotensi melanda hampir seluruh wilayah Sultra, kecuali Kota Baubau dan Kabupaten Buton Selatan.

Kualitas Udara: Wakatobi Diprakirakan Tidak Sehat Malam 17 Oktober

BMKG mencatat kualitas udara di wilayah Sultra berdasarkan konsentrasi partikulat halus PM2.5 umumnya berada pada kategori sedang hingga tidak sehat. Kabupaten Wakatobi diprakirakan mengalami kualitas udara kategori tidak sehat pada malam 17 Oktober 2026.

Kelompok rentan — anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan penderita gangguan pernapasan — disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Masyarakat diminta memakai masker saat beraktivitas di luar, memperbanyak konsumsi air putih, dan menutup jendela ketika asap terasa pekat.

Pengguna jalan, transportasi laut, dan penerbangan diminta meningkatkan kewaspadaan bila jarak pandang menurun. BMKG mengimbau warga memantau perkembangan cuaca dan sebaran kabut asap melalui kanal resmi BMKG.

Reporter: Udin Syamsul
Sumber: lajur.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top