SULAWESI TENGGARA — Muhammad Luthfi Habibi/Dian Ramadhani Mukti keluar sebagai juara ganda campuran Kejuaraan Dunia Junior 2026 di Kairo, Mesir, setelah menaklukkan pasangan China Yi Lang Feng/Meng Han Li lewat pertarungan tiga gim. Pasangan Indonesia itu bangkit dari ketertinggalan 11-14 pada gim penentuan dan menyelamatkan match point sebelum menutup laga 17-15, 8-15, 16-14.
Gelar itu dipastikan di Stadion Internasional Kairo, Sabtu (17/10), lewat final yang berlangsung nyaris tanpa jeda ketegangan. Feng/Li datang sebagai lawan yang tidak memberi ruang, dan Luthfi/Dian harus melewati tiga gim penuh sebelum bisa mengangkat trofi.
Pertandingan dibuka dengan reli-reli panjang yang membuat kedua pasangan saling bergantian memimpin. Luthfi/Dian sempat tertinggal 14-15, berada di ambang kehilangan gim pembuka.
Tekanan itu tidak membuat pasangan Indonesia goyah. Mereka merebut tiga poin beruntun dan menutup gim pertama dengan skor 17-15.
Pasangan China mengubah tempo pada gim kedua. Feng/Li membangun keunggulan jauh lebih awal dan menjaga jarak sepanjang gim.
Luthfi/Dian kesulitan mengejar. Mereka harus mengakui keunggulan lawan 8-15, dan pertandingan berlanjut ke gim penentuan.
Feng/Li kembali mengambil inisiatif di awal gim ketiga. Luthfi/Dian tertinggal, sempat memangkas jarak hingga selisih satu poin, tetapi kembali ditinggal.
Situasi paling kritis datang pada kedudukan 11-14. Feng/Li hanya butuh satu poin untuk menjadi juara, sementara Luthfi/Dian menolak menyerah.
Poin demi poin mereka kumpulkan. Jarak yang tadinya tiga angka sirna sepenuhnya, dan tekanan berpindah ke sisi pasangan China.
Pada kedudukan 14-14, Dian Ramadhani Mukti mengambil inisiatif di depan net. Sambarannya membuat kok masuk telak ke bidang permainan ganda China dan Indonesia berbalik unggul 15-14.
Poin terakhir datang lewat reli singkat. Kok yang diarahkan ke arah Li tidak bisa dikembalikan dengan sempurna, membentur net, dan Luthfi/Dian memastikan kemenangan 16-14.
Kemenangan ini menambah koleksi gelar Indonesia di sektor ganda campuran junior. Bagi Luthfi dan Dian, final di Kairo menjadi bukti bahwa ketenangan di poin-poin kritis sama pentingnya dengan kualitas pukulan.