SULAWESI TENGGARA — ASUS resmi menghadirkan laptop AI ProArt P14 dan P16 di Indonesia dengan harga tertinggi menembus Rp 113 juta. Kedua model dibekali GPU NVIDIA RTX Spark dan kapasitas RAM hingga 128GB untuk kebutuhan kreator profesional. Kehadiran lini ini menandai masuknya segmen workstation AI kelas atas ke pasar laptop lokal.
ASUS memperluas portofolio laptop kreator profesionalnya di Indonesia melalui ProArt P14 dan P16. Kedua perangkat menyasar pengguna yang menjalankan beban kerja berat seperti rendering 3D, editing video resolusi tinggi, dan inferensi model AI lokal.
ProArt P14 hadir dalam format 14 inci, sementara ProArt P16 mengusung layar 16 inci. Keduanya mengandalkan GPU NVIDIA RTX Spark sebagai otak pemrosesan grafis dan akselerasi AI.
Kapasitas RAM mencapai 128GB pada konfigurasi tertinggi. Kombinasi ini memungkinkan pengguna menjalankan aplikasi kreatif berat sekaligus beberapa model AI secara bersamaan tanpa throttling berarti.
Varian teratas ProArt P16 dibanderol menembus Rp 113 juta. Angka itu menempatkan lini ini di segmen workstation premium, bersaing dengan laptop kreator kelas atas dari merek global lain.
ASUS belum merinci pembagian harga per varian di bawah model termahal. Informasi yang tersedia baru menyebut rentang harga hingga level tersebut.
ProArt P14 dan P16 ditujukan bagi desainer, editor video, arsitek, dan peneliti yang butuh komputasi AI di perangkat lokal. Segmen ini tumbuh seiring makin banyaknya tool kreatif yang mengintegrasikan model generatif.
Kapasitas RAM besar menjadi pembeda utama. Beban kerja AI modern, terutama yang berjalan on-device, menuntut memori jauh lebih besar dibanding laptop produktivitas biasa.
Kedua model sudah resmi hadir di Indonesia. ASUS belum mengungkap jadwal pengiriman bertahap atau ketersediaan di kanal ritel tertentu.
Bagi pelaku bisnis digital dan studio kreatif, masuknya ProArt P14 dan P16 memperluas opsi perangkat kerja kelas atas di pasar lokal. Harganya memang tinggi, tetapi menyasar profesional yang mengukur nilai dari waktu render dan kemampuan menjalankan AI tanpa bergantung penuh pada cloud.