Pencarian

Ekspor Sultra Tembus US$388,77 Juta di Juli 2026, Besi dan Baja Kuasai 98,34 Persen dari Total

Jumat, 04 September 2026 • 11:31:32 WIB
Ekspor Sultra Tembus US$388,77 Juta di Juli 2026, Besi dan Baja Kuasai 98,34 Persen dari Total
Ekspor Sulawesi Tenggara pada Juli 2026 tercatat US$388,77 juta, dengan besi dan baja mendominasi hingga 98,34 persen dari total nilai.

KENDARI — Struktur ekspor Sulawesi Tenggara menunjukkan ketergantungan yang sangat tinggi pada sektor industri pengolahan, khususnya komoditas besi dan baja. Berdasarkan data BPS, sepanjang Januari hingga Juli 2026, sektor industri pengolahan menyumbang 99,84 persen dari total nilai ekspor Sultra. Angka ini mengindikasikan hampir tidak ada diversifikasi berarti dari sektor lain seperti perikanan atau pertanian.

Kepala BPS Sultra, Hadi Susanto, mengungkapkan bahwa secara kumulatif dalam tujuh bulan pertama tahun ini, komoditas besi dan baja memberikan kontribusi hingga 98,34 persen dari keseluruhan total ekspor Sultra.

“Jauh mengungguli komoditas ekspor lainnya seperti hasil perikanan dan pertanian,” pungkasnya di Kendari, baru-baru ini.

Kinerja Juli 2026: Lonjakan 33,41 Persen secara Tahunan

Kinerja ekspor pada Juli 2026 menjadi pendorong utama akumulasi tersebut. BPS mencatat nilai ekspor besi dan baja mencapai US$388,77 juta pada bulan itu, tumbuh signifikan 33,41 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year). Lonjakan ini memastikan laju pertumbuhan ekspor Sultra tetap berada di jalur positif hingga pertengahan tahun.

Mengapa Sektor Perikanan dan Pertanian Minim Kontribusi?

Meski Sultra dikenal memiliki potensi kelautan dan perkebunan yang besar, realisasi ekspor dari kedua sektor tersebut masih sangat timpang jika dibandingkan dengan industri pengolahan logam. Data BPS Sultra memperlihatkan bahwa selisih kontribusi antara komoditas besi-baja dengan hasil perikanan dan pertanian mencapai puluhan persen. Kondisi ini mencerminkan bagaimana aktivitas smelter dan industri hilir di kawasan industri Morowali dan sekitarnya mendominasi arus perdagangan internasional dari provinsi ini.

Apa Langkah Selanjutnya untuk Pemerataan Ekspor?

Masifnya nilai ekspor besi dan baja memang menguntungkan neraca perdagangan daerah, namun para pengamat ekonomi daerah kerap menyoroti perlunya hilirisasi di sektor lain. Ketergantungan pada satu komoditas membuat kinerja ekspor Sultra rentan terhadap fluktuasi harga logam global. Meski demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Provinsi Sultra mengenai langkah konkret untuk mendorong diversifikasi produk ekspor unggulan non-logam dalam jangka pendek.

Follow inisultra.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarkendari.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks