SULAWESI TENGGARA — Kisah peluang yang hilang itu diungkapkan Ryan Giggs, yang saat itu menjabat sebagai staf pelatih Manchester United. Giggs tengah mencari pemain berbakat di Prancis ketika seseorang menghampirinya dalam perjalanan pulang ke hotel.
Pria bernama Lionel itu mengaku penggemar berat United dan Giggs. Ia lalu menyodorkan satu nama yang menurutnya layak diboyong ke Old Trafford.
Siapa Lionel dan Apa yang Dia Tawarkan ke Giggs
Lionel mengirimkan data Mbappe melalui email setelah pertemuan tak sengaja tersebut. Giggs dan asisten pelatih MU lain, Albert, kemudian menonton langsung aksi Mbappe di beberapa pertandingan tim muda Monaco.
"Kami menonton beberapa pertandingan tim muda Monaco dan melihat aksinya (Mbappe), lalu kami pun berkata, 'Wow, luar biasa sekali ini?' Anda bisa melihat pemain dan menilai mereka istimewa, namun dia jelas terlihat luar biasa," tutur Giggs.
Laporan itu diteruskan ke tim pemandu bakat Manchester United. Seorang pemandu bakat dikirim ke Prancis untuk memantau Mbappe secara langsung.
Momen di Paris yang Mengubah Sejarah MU
Kesempatan itu datang saat Monaco menghadapi Paris Saint-Germain. Pemandu bakat MU pergi ke Paris untuk menyaksikan permainan Mbappe dari dekat.
Beberapa minggu berselang, Giggs menanyakan hasil pemantauan tersebut. Jawaban yang diterimanya menjadi titik balik yang kini dikenang pahit.
"Monaco sedang menghadapi PSG. Jadi, mereka pergi ke Paris untuk memantau dia. Nah, beberapa minggu kemudian, saya bertanya kepada orang itu, 'Bagaimana hasilnya?' Dia menjawab, 'Ya, mereka tidak terlalu yakin soal dia, jadi kami tidak melanjutkan itu," kata Giggs.
Dari Monaco ke Rekor Rp3,85 Triliun
Mbappe akhirnya pindah ke Paris Saint-Germain pada 2018 dengan nilai transfer 162 juta poundsterling, atau setara Rp3,85 triliun. Angka itu menjadikannya transfer terbesar kedua saat itu.
Sebelum ke PSG, Mbappe lebih dulu bersinar bersama AS Monaco. Namanya melesat sebagai salah satu penyerang muda paling menjanjikan di Eropa.
Jejak Mbappe yang Kini Jadi Pencetak Gol Terbanyak Piala Dunia
Bersama timnas Prancis, pemain berusia 27 tahun itu mengantar Les Bleus ke final Piala Dunia 2018 dan 2022. Pada final pertamanya, Mbappe juara Piala Dunia 2018.
Di Piala Dunia 2022, Mbappe meraih sepatu emas sebagai top skor. Pada Piala Dunia 2026, ia menjadi pencetak gol terbanyak Piala Dunia sepanjang masa.
Kiprah itu membuat keputusan MU pada 2015 makin sering disorot. Menurut Mirror, keengganan Manchester United mendatangkan Kylian Mbappe menjadi kesalahan terbesar yang pernah dilakukan The Red Devils.
Mbappe kini bersinar di Real Madrid, sementara MU masih mencari konsistensi di kompetisi domestik maupun Eropa.