Pencarian

Sultra Deflasi 0,31 Persen pada Agustus 2026, TPID Kolaka Timur Juara 1 se-Sulawesi

Kamis, 01 Oktober 2026 • 08:31:01 WIB
Sultra Deflasi 0,31 Persen pada Agustus 2026, TPID Kolaka Timur Juara 1 se-Sulawesi
Deflasi bulanan Sulawesi Tenggara pada Agustus 2026 tercatat 0,31 persen dengan inflasi tahunan 3,19 persen.

KENDARI — Deflasi bulanan Sulawesi Tenggara pada Agustus 2026 tercatat 0,31 persen, sementara inflasi tahunannya 3,19 persen. Angka inflasi tahunan itu berada dalam rentang sasaran nasional 2,5 persen plus minus 1 persen dan lebih rendah dari capaian nasional 3,35 persen.

Bank Indonesia Sulawesi Tenggara menyebut kondisi harga di wilayahnya relatif terkendali. Tekanan harga pangan mereda setelah periode panen, diikuti harga energi dan transportasi yang stabil.

Komoditas Pendorong Deflasi Agustus 2026

Lima komoditas memberi andil terbesar pada deflasi bulan lalu. Tomat menyumbang minus 0,08 persen, disusul ikan layang minus 0,07 persen.

Kangkung dan bahan bakar rumah tangga masing-masing memberi andil minus 0,04 persen. Kelompok komoditas ini bergerak turun bersamaan setelah pasokan kembali normal.

Di sisi lain, sejumlah komoditas masih menekan inflasi. Kacang panjang dan pendidikan tinggi masing-masing memberi andil 0,03 persen, sedangkan angkutan laut 0,02 persen.

Empat Penghargaan TPID Sultra di Rakornas

Tim Pengendalian Inflasi Daerah di Sulawesi Tenggara membawa pulang sejumlah penghargaan dari Rakornas Tim Pengendalian Inflasi pada 24 September 2026. TPID Kabupaten Kolaka Timur meraih Juara 1 TPID Berprestasi tingkat kabupaten/kota se-Sulawesi.

TPID Kabupaten Bombana menyusul sebagai Juara 2 TPID Berprestasi tingkat kabupaten/kota se-Sulawesi. TPID Kota Baubau meraih Juara 2 TPID Berkinerja Terbaik tingkat kabupaten/kota se-Sulawesi.

Adapun TPID Provinsi Sulawesi Tenggara meraih Juara 3 TPID Berkinerja Terbaik tingkat provinsi se-Sulawesi.

Sinergi Pemda dan BI Jaga Harga Pangan

Kepala BI Sulawesi Tenggara Edwin Permadi menilai capaian itu lahir dari kerja bersama pemerintah daerah dan instansi terkait. Fokus utamanya menjaga stabilitas harga komoditas pangan.

"Capaian tersebut tentunya sejalan dengan komitmen dan sinergi yang terus dilakukan oleh pemerintah daerah, Bank Indonesia, serta instansi terkait lainnya dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan pengendalian inflasi, khususnya pada komoditas pangan, dapat berjalan dengan baik," kata Edwin.

Edwin sebelumnya menjelaskan sumber deflasi Agustus 2026. Menurutnya, normalisasi harga pangan setelah panen jadi faktor utama.

"Deflasi Sulawesi Tenggara pada Agustus 2026 terutama dipengaruhi oleh normalisasi harga pangan setelah panen, serta terkendalinya harga energi dan transportasi," ujarnya.

Bank Indonesia berharap prestasi TPID Kolaka Timur, Bombana, Baubau, dan Provinsi Sultra memacu kabupaten dan kota lain berinovasi. Pengendalian harga dinilai perlu berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan agar stabilitas pangan daerah tetap terjaga.

Follow inisultra.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: haluanrakyat.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks