Pencarian

Wagub Sultra Hugua Sebut MBG Turunkan Prevalensi Stunting dari 30 Persen ke 26,1 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 • 21:42:32 WIB
Wagub Sultra Hugua Sebut MBG Turunkan Prevalensi Stunting dari 30 Persen ke 26,1 Persen
Wagub Sultra Hugua menyampaikan penurunan prevalensi stunting di Sultra dari 30 persen pada 2023 menjadi 26,1 persen pada 2026.

Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Hugua menyatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berkontribusi menekan angka gizi buruk dan stunting balita di wilayah Bumi Anoa. Prevalensi stunting di Sultra turun dari 30 persen pada 2023 menjadi 26,1 persen pada 2026, atau sekitar 26 dari 100 anak yang masih terdampak. Pemprov Sultra menyatakan siap bersinergi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam mengawasi pelaksanaan program tersebut di daerah.

KONAWE SELATAN — Hugua menyampaikan hal itu saat mendampingi Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Mayjen TNI (Purn) Trenggono di Konawe Selatan. Menurutnya, penurunan angka stunting tidak lepas dari berbagai upaya pemerintah, termasuk program MBG yang menyasar balita dan anak-anak sekolah.

"Menurut informasi presentasi angka stunting di provinsi Sultra berada 26,1 persen atau diantara 100 ada 26 anak menderita gizi buruk," kata Hugua.

Ia menegaskan capaian itu lebih baik dibanding 2023 yang masih berada di kisaran 30 persen. Pemerintah provinsi berterima kasih atas kontribusi MBG dalam menekan prevalensi gizi buruk di wilayah tersebut.

Pemprov Sultra Awasi MBG Bersama SPPG

Hugua menyebut Pemprov Sultra akan terlibat aktif mengawasi program MBG sesuai surat edaran Kementerian Dalam Negeri. Pengawasan mencakup tata kelola hingga memastikan manfaat program sampai ke masyarakat.

Pelaksanaan teknis penyediaan makan bergizi berada di BGN, namun pengawasan dan keamanan pangan tetap membutuhkan dukungan pemerintah daerah. Hugua menekankan program ini bersifat prioritas sehingga pelibatan lintas sektoral menjadi keharusan.

"Karena ini program prioritas maka perlu pelibatan lintas sektoral mulai dari pengawasan pangan, kesehatan dan semua OPD harus mengawasi," sebut Hugua.

Pengawasan Ketat untuk Cegah Insiden Keracunan

Menurut Hugua, pengawasan yang diperketat dapat mencegah insiden seperti dugaan keracunan makanan usai menyantap MBG. Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait mengambil peran dalam pengawasan pangan dan kesehatan.

Pemprov juga meminta masyarakat mendukung penyediaan stok pangan atau bahan baku di SPPG. Dukungan itu dinilai penting agar semangat gotong royong yang menjadi dasar program MBG bisa dirasakan manfaatnya.

"Sehingga semangat awal gotong royong dari program MBG ini dibangun bisa dirasakan manfaat bagi masyarakat," ucap Hugua.

Program MBG menjadi salah satu program prioritas nasional yang menyasar balita, anak sekolah, dan ibu hamil. Di Sultra, pelaksanaannya melibatkan SPPG sebagai unit penyedia makanan di tingkat daerah.

Follow inisultra.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sultra.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks