Pencarian

IHSG Dibuka di Level 6.036, Phintraco Prediksi Menguat ke 6.200 Pekan Ini

Senin, 05 Oktober 2026 • 08:34:31 WIB
IHSG Dibuka di Level 6.036, Phintraco Prediksi Menguat ke 6.200 Pekan Ini
IHSG ditutup naik 0,46 persen ke level 6.036,89 pada akhir pekan lalu.

SULAWESI TENGGARA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 0,46 persen ke level 6.036,89 pada akhir pekan lalu, dan analis memproyeksikan indeks bergerak sideways cenderung menguat di kisaran 6.000-6.200 pada perdagangan awal pekan. Penguatan tersebut masih dibayangi net sell asing senilai Rp 1,31 triliun, dengan GOTO, BBRI, SINI, BMRI, dan DSSA menjadi saham yang paling banyak dilepas investor asing.

Tim Analis Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak di kisaran 6.000-6.200 sepanjang pekan ini. Proyeksi itu disampaikan seiring deretan data ekonomi domestik yang akan dirilis Bank Indonesia dan sejumlah sentimen eksternal yang tengah berkembang.

"IHSG hari ini sideways cenderung menguat pada kisaran level 6.000-6.200," kata Tim Analis Phintraco Sekuritas.

Net Sell Asing Capai Rp 1,31 Triliun

Meski indeks ditutup menguat, aksi jual investor asing masih membebani pasar. Nilai net sell asing tercatat Rp 1,31 triliun pada perdagangan akhir pekan lalu.

Lima saham yang paling banyak dilepas asing adalah:

  • GOTO
  • BBRI
  • SINI
  • BMRI
  • DSSA

Deretan saham tersebut didominasi sektor perbankan dan teknologi. Tekanan jual asing di saham-saham berkapitalisasi besar kerap menjadi indikator awal arah arus modal di sesi berikutnya.

Data Cadangan Devisa hingga Penjualan Otomotif Jadi Fokus Pekan Ini

Bank Indonesia akan merilis sejumlah data ekonomi domestik yang dinanti pelaku pasar. Data tersebut mencakup cadangan devisa, indeks keyakinan konsumen, penjualan ritel, dan penjualan otomotif.

Rilis data ini menjadi acuan untuk menilai daya tahan konsumsi rumah tangga di tengah tekanan eksternal. Penjualan ritel dan otomotif khususnya menjadi cermin permintaan domestik yang menopang pertumbuhan ekonomi.

Ekspektasi Suku Bunga The Fed Menurun

Dari sisi eksternal, pasar mencermati menurunnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Data penggajian pekerja non-pertanian Amerika Serikat (nonfarm payrolls) tercatat hanya 29 ribu pada September.

Angka itu melambat dari 133 ribu pada Agustus dan jauh di bawah estimasi 90 ribu. Tingkat pengangguran AS naik menjadi 4,2 persen dari sebelumnya 4,1 persen.

"Hal tersebut disebabkan data penggajian pekerja non-pertanian di AS yang lebih rendah dari perkiraan," ucap Tim Phintraco.

Pelemahan data tenaga kerja AS mengurangi dorongan bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga. Bagi pasar emerging market seperti Indonesia, kondisi ini berpotensi meredakan tekanan pada nilai tukar rupiah dan arus modal keluar.

Harga Minyak Turun Usai G7 Lepas Cadangan

Harga komoditas, termasuk minyak mentah, menurun meski terbatas. Penurunan terjadi setelah negara-negara G7 mengumumkan pelepasan 100 juta barel cadangan minyak selama empat bulan ke depan.

"Harga komoditas, seperti minyak mentah menurun, tapi terbatas. Penurunan harga terjadi setelah negara G7 mengumumkan akan melepas 100 juta barel cadangan minyak selama 4 bulan ke depan," ujar Tim Phintraco.

Langkah G7 menambah pasokan global dan menekan harga minyak. Bagi Indonesia, harga minyak yang lebih rendah bisa mengurangi beban subsidi energi, namun di sisi lain menekan penerimaan negara dari sektor migas.

Konflik Timur Tengah dan Pasar Obligasi Masih Jadi Perhatian

Fokus perhatian pasar global masih tertuju pada perkembangan konflik di Timur Tengah. Selain itu, pergerakan pasar obligasi pemerintah turut menjadi sorotan analis.

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah berpotensi memicu volatilitas harga minyak dan aset safe haven. Sementara itu, arah imbal hasil obligasi pemerintah menjadi acuan bagi pergerakan dana asing di pasar keuangan domestik.

Bagi investor, kombinasi data domestik yang kuat dan ekspektasi suku bunga The Fed yang melunak menjadi dua faktor penentu arah IHSG dalam beberapa sesi ke depan.

Follow inisultra.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks