KENDARI — Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Faizal Habibie, menyebut sebaran asap di Kota Baubau, Buton Tengah, Buton Selatan, Buton, Buton Utara, Wakatobi, dan Muna terpantau lewat citra satelit Himawari-9. Pemantauan itu memperlihatkan asap tidak hanya bersumber dari kebakaran lahan di dalam wilayah Sultra.
“Sebaran asap yang terjadi di Sultra bukan hanya disebabkan dari kebakaran lahan dari wilayah Sultra, tetapi juga dari luar wilayah Sultra yakni dari Papua Selatan, Maluku, dan Kalimantan,” kata Habibie, Kamis (8/10).
Konawe Penyumbang Titik Panas Terbanyak
Laporan BMKG hingga Rabu (7/10) mencatat 304 titik panas di Sultra. Rinciannya, 220 titik dengan tingkat kepercayaan menengah, 50 titik kepercayaan rendah, dan 34 titik kepercayaan tinggi.
Konawe menempati posisi teratas dengan 66 titik panas. Muna menyusul dengan 51 titik, lalu Buton Utara dengan 47 titik.
Sebaran titik panas itu menjelaskan mengapa asap tetap terlihat di Kendari meski kebakaran lahan di sekitar kota tidak besar. Angin membawa partikel dari daerah lain, termasuk dari luar provinsi.
Kelompok Rentan Diminta Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
BMKG mengimbau warga memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan dan memperbanyak konsumsi air putih. Jendela rumah diminta ditutup ketika kondisi asap mulai pekat.
Balita, lanjut usia, ibu hamil, dan penderita gangguan pernapasan disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Langkah itu untuk meminimalkan paparan asap yang bisa memperburuk kondisi kesehatan mereka.
Jarak Pandang Transportasi Laut dan Udara Jadi Perhatian
Penurunan jarak pandang perlu diwaspadai pengguna transportasi laut dan udara. BMKG mengingatkan masyarakat berhati-hati ketika jarak pandang turun signifikan.
Penerbangan dan pelayaran di wilayah Sultra bergantung pada visibilitas. Kabut asap yang menebal bisa memaksa penundaan jadwal atau pengalihan rute.
Warga Kendari dan daerah terdampak lainnya diimbau memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG. Perubahan arah angin dan hujan lokal akan menentukan apakah asap makin tipis atau justru menebal dalam beberapa hari ke depan.