KONAWE — Bupati Konawe Yusran Akbar menyebut capaian tersebut sebagai rekor terbaik bagi daerahnya. Ia menegaskan penurunan itu menunjukkan program pengentasan kemiskinan yang dijalankan pemerintah daerah berjalan tepat sasaran.
Pernyataan itu disampaikan Yusran saat ditemui awak media di Unaaha, Rabu (21/10/2026). Menurutnya, capaian ini merupakan hasil kerja seluruh elemen pemerintah dan masyarakat, bukan kerja satu instansi saja.
Indeks Kedalaman dan Keparahan Kemiskinan Ikut Menyusut
Yusran menyoroti bahwa turunnya angka kemiskinan bukan hanya soal berkurangnya jumlah penduduk miskin. Kualitas kesejahteraan warga juga membaik, tercermin dari mengecilnya Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2).
"Artinya, tidak hanya jumlah orang miskin yang berkurang signifikan, tetapi jarak pengeluaran mereka terhadap garis kemiskinan juga semakin mengecil, dan ketimpangan di antara sesama penduduk miskin juga menyempit," jelasnya.
Dua indikator itu penting karena mengukur seberapa dalam kemiskinan yang dialami warga, bukan sekadar menghitung kepala keluarga yang berada di bawah garis kemiskinan. Penurunan P1 menandakan jarak pengeluaran warga miskin ke garis kemiskinan makin pendek.
Garis Kemiskinan Konawe Rp 486.575 per Kapita per Bulan
Garis kemiskinan Konawe kini berada di angka Rp 486.575 per kapita per bulan. Angka itu menjadi acuan pemerintah daerah dalam menentukan siapa yang masuk kategori miskin dan seberapa besar intervensi bantuan yang dibutuhkan.
Dengan posisi itu, Pemkab Konawe menegaskan tidak akan berpuas diri meski mencatatkan rekor. Fokus ke depan diarahkan pada pemeliharaan daya beli masyarakat serta penguatan ekonomi lokal.
Pemerintah berkomitmen memastikan tren penurunan ini berlanjut dan berkelanjutan. Konawe disebut ingin dijadikan contoh sukses pengentasan kemiskinan di Sulawesi Tenggara.
Melampaui Rata-Rata Penurunan Provinsi
Data BPS menunjukkan penurunan kemiskinan Konawe sebesar 1,32 poin persen dibandingkan tahun 2025 yang masih tercatat 12,78 persen. Rata-rata penurunan tingkat provinsi hanya 0,52 persen.
Selisih itu menempatkan Konawe jauh di atas daerah lain di Sultra dalam laju pengurangan kemiskinan. Posisi Konawe di urutan ke-7 tingkat kemiskinan terendah disebut sebagai lompatan strategis yang menegaskan efektivitas kebijakan pembangunan daerah.