Pencarian

Festival Nusaka Kultura 2026 di Taman Budaya Sultra, Tiga Hari Angkat Warisan Moronene hingga Sama-Bajau Jadi Praktik Harian

Kamis, 22 Oktober 2026 • 13:31:02 WIB
Festival Nusaka Kultura 2026 di Taman Budaya Sultra, Tiga Hari Angkat Warisan Moronene hingga Sama-Bajau Jadi Praktik Harian
Pengunjung mengikuti kegiatan budaya Nusaka Kultura 2026 di Taman Budaya Sulawesi Tenggara, Kendari.

KENDARI — Kegiatan budaya bertajuk NUSAKA KULTURA: Jejak Warisan, Langkah Generasi itu menyatukan dua pilar sekaligus: pengetahuan warisan leluhur dan keterlibatan anak muda yang mengembangkannya secara kreatif. Panitia menyiapkan ruang indoor dan outdoor yang saling melengkapi, dari demonstrasi pangan lokal sampai forum dialog lintas sektor.

Di Sulawesi Tenggara, kekayaan budaya terbentang dari tradisi lisan, pangan lokal, kriya, hingga kearifan hidup agraris dan maritim. Keragaman itu hendak dipahami dalam konteks masyarakat pemiliknya, bukan dilepaskan dari akarnya.

Nusaka Rasa: Sagu, Singkong, Jagung, dan Ubi Jadi Pintu Masuk

Ruang indoor mengajak pengunjung menelusuri warisan lewat olahan pangan lokal berbahan sagu, singkong, jagung, dan ubi. Ada pula kegiatan memasak masonggi bersama warga.

Pendekatan itu menempatkan dapur sebagai ruang belajar. Pengetahuan pangan diwariskan lewat praktik langsung, bukan ceramah.

Gema Rumpun Sultra sampai Hip-Hop Etnik di Panggung Nusaka Pertunjukan

Nusaka Pertunjukan menampilkan Gema Rumpun Sultra yang memadukan monolog mantra, musik gambus, hip-hop etnik, tari tradisi kontemporer, dan sastra tutur. Kombinasi itu mendudukkan tradisi dan ekspresi anak muda dalam satu panggung.

Ruang kreatif lain disiapkan lewat Nusaka Future, workshop etnografi visual melalui fotografi, film, dan video. Ada juga Nusaka Wicara, forum dialog bertema "Ketika Budaya Menjadi Ruang Bersama" yang mempertemukan pegiat seni, akademisi, dan pemerintah.

Inisiatif Tumbuh dari Komunitas, Pemerintah Buka Jejaring

Direktur Eksekutif IDEA Project, Ashari Amrullah, menyatakan inisiatif ini tumbuh dari masyarakat. Komunitas, menurut dia, punya kedekatan dengan praktik budaya di tengah warga.

"Pemerintah dinilai berperan membuka akses jejaring dan memperkuat ekosistem kolaborasi," kata Ashari.

Kemitraan semacam itu diharapkan membuat inisiatif kebudayaan tumbuh berkelanjutan, tidak berhenti pada satu gelaran.

UMKM Kuliner dan Perajin Dapat Ruang

Apresiasi budaya diperkuat sekaligus ekonomi kreatif berbasis potensi lokal ikut terdongkrak. Pelaku UMKM kuliner, perajin, dan seniman mendapat ruang memperkenalkan karya mereka.

Mereka juga ambil bagian dalam pewarisan pengetahuan budaya kepada generasi penerus. Festival menjadi titik temu antara pasar, karya, dan proses belajar antargenerasi.

Harapan Setelah Tiga Hari

NUSAKA KULTURA diharapkan melahirkan jejaring antarkomunitas yang lebih kuat, meningkatkan keterlibatan pemuda, dan menumbuhkan gagasan kolaborasi baru bagi kebudayaan Sulawesi Tenggara.

Pesan yang ingin disampaikan lewat gelaran ini: merawat akar budaya, merayakan keberagaman, dan membuka langkah bagi generasi masa depan.

Follow inisultra.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: lutimterkini.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks