NVIDIA dan ServiceNow Hadirkan Agen AI Otonom Project Arc untuk Perusahaan

Penulis: Toni Haryadi  •  Rabu, 06 Mei 2026 | 10:57:01 WIB
NVIDIA dan ServiceNow luncurkan Project Arc, agen AI otonom untuk perusahaan.

NVIDIA dan ServiceNow resmi memperluas kolaborasi strategis untuk menghadirkan agen AI otonom yang mampu mengeksekusi tugas kompleks di lingkungan korporasi. Teknologi bertajuk Project Arc ini dirancang agar kecerdasan buatan bisa berinteraksi langsung dengan aplikasi, terminal, hingga sistem file lokal secara mandiri.

Kecerdasan buatan (AI) bagi sektor perusahaan kini memasuki babak baru. Setelah fase kemampuan generatif dan penalaran, industri mulai menuntut AI yang mampu bertindak secara nyata. Dalam ajang ServiceNow Knowledge 2026, CEO NVIDIA Jensen Huang dan CEO ServiceNow Bill McDermott mengumumkan ketersediaan agen AI otonom yang aman dan mudah diadopsi oleh organisasi skala besar.

Pangkas Biaya Operasional Lewat Efisiensi Tokenomics

Salah satu hambatan utama adopsi AI otonom di perusahaan adalah biaya operasional yang membengkak seiring penggunaan yang terus-menerus. NVIDIA menjawab tantangan ini melalui arsitektur Blackwell yang diklaim mampu memberikan output token per watt 50 kali lebih besar dibandingkan generasi Hopper. Efisiensi ini krusial bagi perusahaan yang menjalankan jutaan alur kerja otomatis setiap harinya.

Penggunaan chip Blackwell mampu menekan biaya hingga 35 kali lebih rendah untuk setiap satu juta token yang dihasilkan. NVIDIA AI Factories menyediakan infrastruktur yang memungkinkan agen AI tetap aktif (always-on) tanpa membebani neraca keuangan perusahaan. Integrasi dengan ServiceNow AI Control Tower memastikan seluruh beban kerja tersebut tetap terpantau dan terukur secara real-time.

Project Arc Ubah Cara Kerja Tim IT dan Pengembang

Fokus utama dari kemitraan ini adalah Project Arc, sebuah agen desktop otonom yang dirancang khusus untuk pekerja pengetahuan (knowledge workers). Berbeda dengan chatbot biasa, Project Arc memiliki kemampuan untuk mengakses sistem file lokal dan aplikasi yang terpasang di komputer pengguna. Hal ini memungkinkannya menyelesaikan tugas multitahap yang sebelumnya tidak bisa ditangani oleh otomatisasi tradisional.

Project Arc terhubung secara asli dengan platform AI ServiceNow melalui Action Fabric. Integrasi ini memberikan kontrol penuh bagi perusahaan untuk melakukan audit dan memberikan kecerdasan alur kerja pada setiap tindakan yang diambil oleh agen. Beberapa kapabilitas utama yang ditawarkan antara lain:

  • Akses mandiri ke terminal dan sistem aplikasi untuk perbaikan teknis.
  • Kemampuan berevolusi sendiri untuk menyesuaikan dengan konteks pekerjaan pengguna.
  • Eksekusi tugas kompleks yang membutuhkan navigasi antar-aplikasi desktop.
  • Sinkronisasi data yang aman antara perangkat lokal dan sistem manajemen perusahaan.

Keamanan Berlapis Lewat NVIDIA OpenShell

Kebebasan agen AI dalam bertindak memicu kekhawatiran baru terkait keamanan data sensitif. Untuk memitigasi risiko tersebut, ServiceNow memanfaatkan NVIDIA OpenShell, sebuah runtime sumber terbuka yang aman untuk mendeploy agen AI dalam lingkungan sandbox. Teknologi ini memungkinkan admin IT menentukan batasan apa saja yang boleh dilihat dan alat apa yang boleh digunakan oleh AI.

Melalui kombinasi OpenShell dan ServiceNow AI Control Tower, perusahaan memiliki kendali penuh atas tata kelola AI mereka. Setiap tindakan agen bersifat accountable atau dapat dipertanggungjawabkan, sehingga risiko kebocoran data sistem internal dapat diminimalisir. Langkah ini menjadi standar baru dalam penerapan AI di sektor-sektor dengan regulasi ketat seperti keuangan dan kesehatan.

Standar Baru Pengukuran Performa Agen AI

NVIDIA dan ServiceNow juga memperkenalkan NOWAI-Bench, sebuah suite benchmarking terbuka yang terintegrasi dengan perpustakaan NVIDIA NeMo Gym. Di dalamnya terdapat EnterpriseOps-Gym, salah satu tolok ukur paling menantang di industri untuk menguji performa agen AI dalam alur kerja multitahap. Saat ini, model open-source Nemotron 3 Super menduduki peringkat pertama dalam pengujian tersebut.

Evaluasi ini berfokus pada skenario dunia nyata di mana sistem AI sering kali menghadapi kendala saat harus berpindah dari satu tugas ke tugas berikutnya. Dengan standar pengukuran yang transparan, tim pengembang dapat membangun agen yang lebih andal sebelum dilepas ke lingkungan produksi. Kecepatan perusahaan dalam mengadopsi infrastruktur ini akan menentukan seberapa efektif mereka memanfaatkan AI untuk pengambilan keputusan strategis.

Reporter: Toni Haryadi
Back to top