WAKATOBI — Keberhasilan Rezki Miftahul Royan meraih predikat Terbaik I Duta Bahasa Sulawesi Tenggara (Sultra) 2026 menjadi catatan prestasi baru bagi pemuda asal Kabupaten Wakatobi. Kemenangan ini sekaligus memberikan mandat kepadanya untuk membawa nama Sultra ke ajang Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026 yang akan datang.
Sebelum dinobatkan sebagai pemenang, Rezki harus menjalani masa karantina dan pembekalan intensif selama dua pekan di Balai Bahasa Sultra. Selama periode tersebut, ia mengaku mendapatkan perspektif baru mengenai kedalaman bahasa dan sastra yang selama ini belum disadari oleh masyarakat umum.
“Sesuatu yang sangat baru bagi saya untuk tahu dan paham kalau ternyata bahasa dan sastra tidak sesederhana seperti yang kita lakukan sehari-hari. Ada batasan-batasan yang mengatur itu ternyata dan ini menarik untuk didalami,” ujar Rezki, Kamis (7/5/2026).
Selain pendalaman materi, ajang ini menjadi ruang bagi para finalis untuk saling bertukar pikiran. Rezki menyebut interaksi dengan 20 finalis lainnya yang memiliki latar belakang beragam telah memperkaya wawasannya dalam memahami dinamika kebahasaan di Sulawesi Tenggara.
Sebagai putra daerah dari Desa Waha, Kecamatan Wangi-Wangi, Rezki menekankan bahwa latar belakang wilayah bukan merupakan hambatan untuk bersaing di tingkat provinsi maupun nasional. Baginya, kunci utama dalam kompetisi ini adalah konsistensi dan menghargai setiap tahapan proses yang dijalani.
“Jangan pernah merasa karena kita anak pulau menjadi batas untuk bermimpi besar. Potensi kita sama hebatnya dengan siapa pun. Terus belajar, berani mencoba hal baru, dan jangan takut gagal,” tegasnya memberikan motivasi bagi generasi muda di Wakatobi.
Ia menambahkan bahwa rasa percaya diri yang dimilikinya tidak muncul secara instan, melainkan tumbuh dari kemampuan menghargai progres diri sendiri tanpa terjebak dalam perbandingan dengan orang lain. Menurutnya, predikat terbaik hanyalah bonus dari upaya memberikan versi terbaik dari diri sendiri.
Kini, tanggung jawab besar menanti Rezki untuk merepresentasikan identitas dan kekayaan bahasa Sulawesi Tenggara di kancah nasional. Ia berkomitmen untuk mempersiapkan diri lebih matang guna menjaga marwah daerah dalam ajang tersebut.
“Saya akan berusaha memberikan yang terbaik dan merepresentasikan Sulawesi Tenggara dengan baik,” pungkas Rezki.