KENDARI — Perum Bulog Kanwil Sulawesi Tenggara (Sultra) memulai distribusi perdana 4.200 liter Minyakita ke Pasar Anduonohu, Kota Kendari, pada Senin. Penggelontoran stok ini dilakukan untuk mengantisipasi kelangkaan dan lonjakan harga menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Manager Pengadaan dan Operasi Bulog Sultra Yusran mengatakan, minyak goreng subsidi itu disalurkan langsung ke pedagang tradisional mitra Bulog dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter. "Sebanyak 4.200 liter didistribusikan khusus untuk Pasar Anduonohu per hari ini sebagai langkah intervensi pasar menjelang Lebaran Haji," kata Yusran.
Sejumlah pedagang di Pasar Anduonohu mengaku kesulitan mendapat stok Minyakita dalam empat bulan terakhir. Ani, salah seorang pedagang, menyebut harga jual di tingkat pengecer sempat meroket hingga Rp22.000–Rp27.000 per liter—jauh di atas HET yang ditetapkan pemerintah.
"Sudah sekitar empat bulan terakhir kami kesulitan mendapat stok. Dampaknya omzet penjualan ikut menurun karena minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang paling dicari oleh konsumen sehari-hari," ujar Ani.
Yusran meluruskan bahwa distribusi Minyakita di Sultra tidak sepenuhnya dibebankan kepada Bulog. Perum Bulog hanya memegang kuota sekitar 30 hingga 45 persen dari total penyaluran minyak goreng subsidi di provinsi tersebut. Sisanya didistribusikan oleh Holding BUMN Pangan (ID Food) dan sejumlah perusahaan distributor swasta.
"Terkait ketersediaan secara umum, penyaluran Minyakita bukan hanya lewat Bulog. Kami hanya mencakup 30 sampai 45 persen, selebihnya ditangani ID Food dan perusahaan lain. Selama ada stok yang kami terima, selalu langsung kami salurkan ke sejumlah pasar tradisional di Kota Kendari, seperti Pasar Anduonohu dan Mandonga," jelas Yusran.
Meskipun menghadapi lonjakan permintaan jelang Idul Adha, Bulog Sultra mencatat pasokan Minyakita secara umum relatif stabil. Rata-rata penyaluran reguler mencapai 200 ribu liter ke seluruh pedagang mitra di wilayah Sultra. Para pedagang berharap intervensi berkala seperti ini dapat mengembalikan stabilitas pasokan dan menormalisasi harga Minyakita sesuai HET di tingkat pasar.