SULAWESI TENGGARA — Jetour akhirnya masuk ke segmen elektrifikasi di Indonesia lewat T1 i-DM. Mobil yang diperkenalkan dalam ajang internal beberapa waktu lalu ini menjadi model PHEV pertama pabrikan asal China tersebut di Tanah Air. Berbeda dengan saudaranya, T2 yang murni bermesin bensin, T1 hadir dengan teknologi intelligent dual mode alias i-DM yang menggabungkan mesin konvensional dengan motor listrik.
Sistem penggerak T1 i-DM mengintegrasikan dua sumber tenaga. Mesin bensin Acteco 1.500 cc TGDI generasi kelima menyumbang 134 hp dan torsi 220 Nm. Sementara motor listriknya memberikan tambahan tenaga 201 hp dengan torsi 310 Nm yang langsung terasa saat akselerasi awal.
Baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP) yang digunakan mendukung pengisian cepat. Dari 30 persen ke 80 persen hanya butuh 27 menit. Jetour mengklaim efisiensi thermal mesin mencapai 44,5 persen, meski angka konsumsi BBM dan jarak tempuh kombinasi bensin-listrik belum diungkap.
Tampilan T1 i-DM masih mengusung DNA petualang khas Jetour. Bentuk bodi kotak, lampu mengotak, dan over fender tebal membuatnya mirip T2, tapi lebih kalem. Bumper depan dan belakang sudah menggunakan material ramah pejalan kaki untuk mengurangi risiko cedera saat benturan.
Ukurannya cukup besar untuk ukuran SUV kompak: panjang 4,7 meter, lebar 1,9 meter, tinggi 1,8 meter, dan wheelbase 2,8 meter. Ground clearance 190 mm dan pelek 19 inci dua warna melengkapi tampilan gagahnya.
Kabin T1 i-DM yang dipamerkan masih menggunakan warna biru cerah. Namun Jetour berencana mengganti skema interior menjadi full hitam saat mobil resmi meluncur di Indonesia. Layar sentuh 15,6 inci mendominasi dashboard, ditemani panel instrumen digital 10,25 inci di belakang setir.
Fitur lainnya termasuk panoramic skyroof, rear defroster, dan ruang penyimpanan yang jumlahnya mencapai 45 titik. Ruang kabin cukup lega berkat wheelbase 2,8 meter yang setara dengan SUV medium.
Jetour belum memberikan tanggal pasti peluncuran T1 i-DM. Namun sumber internal menyebut perilisan resmi diperkirakan berlangsung dalam waktu dekat. Setelah itu, mobil ini akan diproduksi secara lokal di fasilitas perakitan Jetour di Indonesia.
Langkah ini menjadi strategi Jetour untuk bersaing di segmen SUV hybrid yang mulai ramai. Dengan banderol yang diperkirakan kompetitif, T1 i-DM bakal berhadapan langsung dengan model PHEV dari pabrikan Jepang dan China lainnya di pasar Indonesia.