KENDARI — Alokasi bantuan perumahan di Sulawesi Tenggara pada tahun 2026 mengalami lonjakan signifikan. Jika tahun sebelumnya hanya menyasar 1.129 unit rumah, tahun ini jumlahnya membengkak menjadi 8.973 unit. Setiap unit mendapatkan dana stimulan sebesar Rp20 juta untuk peningkatan kualitas rumah.
Khusus di Kota Kendari, pemerintah menargetkan rehabilitasi 548 unit rumah. Sasaran program ini adalah warga dengan penghasilan sekitar Rp1 juta per bulan.
Dalam kunjungannya, Mendagri Tito Karnavian menegaskan bahwa program ini merupakan langkah konkret untuk menghadirkan negara di tengah masyarakat. Ia meminta jajarannya mengubah cara berpikir agar masyarakat yang membutuhkan benar-benar menemukan uluran tangan pemerintah.
"Di sinilah kita ingin merubah cara berpikir kita agar masyarakat yang betul-betul mengharapkan tangan dari pemerintah itu betul-betul mereka menemukan tangan itu," ujar Tito di lokasi peninjauan.
Mendagri mengaku belum pernah menemukan program berskala sebesar ini selama menjabat. "Sepertinya selama saya jadi Mendagri, baru kali ini ada program yang betul-betul besar untuk membantu rakyat yang rumahnya tidak layak, termasuk juga membangun perumahan," tegasnya.
Mendagri juga mengapresiasi langkah Menteri PKP Maruarar Sirait yang kerap turun langsung meninjau kawasan permukiman warga kurang mampu. Menurutnya, kehadiran langsung pejabat di lapangan menjadi kunci agar program berjalan optimal.
Program BSPS merupakan salah satu prioritas nasional di bidang perumahan yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya mendorong masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki hunian layak melalui stimulan dana pemerintah yang dikelola secara swadaya.