KENDARI — Perhelatan yang mempertemukan para kepala daerah se-Sulawesi Tenggara di Kendari baru-baru ini tidak sekadar ajang seremonial. Gubernur Sultra menilai kegiatan itu berdampak langsung pada percepatan perputaran uang di masyarakat, khususnya di sektor perhotelan, kuliner, dan transportasi.
Menurut Gubernur, setiap kali digelar kegiatan berskala provinsi yang melibatkan pejabat daerah, otomatis terjadi peningkatan transaksi di Kendari. Para peserta yang datang dari berbagai kabupaten/kota membutuhkan akomodasi, konsumsi, dan jasa angkutan selama berada di kota itu.
"Ini menjadi momentum untuk menggerakkan ekonomi lokal. UMKM kita harus siap menyambut setiap event besar," ujarnya dalam sambutan di ajang tersebut, seperti dikutip dari telisik.id.
Pemerintah provinsi mencatat, sektor yang paling merasakan dampak langsung adalah perhotelan dan rumah makan. Beberapa pengelola hotel di Kendari melaporkan tingkat hunian kamar meningkat signifikan selama rangkaian acara berlangsung. Selain itu, pedagang kaki lima dan penyedia jasa angkutan daring juga menikmati lonjakan pesanan.
Ke depan, Gubernur mendorong agar setiap event serupa tidak hanya berhenti pada seremonial. Pemprov Sultra akan merancang agenda yang lebih terintegrasi dengan program pengembangan UMKM, seperti pameran produk lokal dan pelatihan digital marketing bagi pelaku usaha kecil.
"Kami ingin efek ekonominya tidak hanya dirasakan saat acara, tetapi berkelanjutan. Pelaku UMKM harus bisa memanfaatkan momen ini untuk memperluas jaringan," tambahnya.
Pemerintah daerah juga berencana melibatkan lebih banyak pelaku usaha lokal dalam pengadaan barang dan jasa untuk kegiatan resmi. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat rantai pasok ekonomi di Kendari dan sekitarnya.