KENDARI — Heri Santoso dipercaya menahkodai ICF Konawe Selatan selama empat tahun ke depan tanpa melalui mekanisme voting. Seluruh peserta Muscab yang berlangsung di Kendari, Rabu (29/4), memberikan mandat penuh kepadanya untuk memimpin organisasi olahraga balap sepeda tingkat kabupaten itu.
Heri Santoso menyatakan akan segera menyusun struktur kepengurusan yang lengkap dan menjalankan program kerja yang berorientasi pada peningkatan prestasi atlet. Ia juga berencana mengembangkan komunitas sepeda di daerah sebagai basis pembinaan jangka panjang.
“Kami ingin membangun ekosistem olahraga sepeda yang sehat, aktif, dan berprestasi. Tidak hanya fokus pada atlet, tetapi juga mengembangkan komunitas agar olahraga sepeda semakin diminati masyarakat,” kata Heri dalam sambutannya usai terpilih.
Muscab tersebut dihadiri langsung oleh Ketua ICF Sulawesi Tenggara, Muh Miradz, bersama Sekretaris ICF Sultra, Yufi. Kehadiran jajaran Pengurus Provinsi (Pengprov) menjadi bentuk legitimasi dan dukungan terhadap kepengurusan baru di tingkat kabupaten.
Muh Miradz menyampaikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan Muscab dan berharap kepengurusan baru mampu memperkuat pembinaan atlet sejak usia dini. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pengurus kabupaten dan provinsi untuk mempercepat lahirnya talenta balap sepeda potensial dari Konawe Selatan.
“Sinergi antara pengurus kabupaten dan provinsi sangat penting untuk mempercepat pembinaan atlet, sehingga mampu bersaing pada berbagai kejuaraan tingkat regional maupun nasional,” ujarnya.
Menurut Heri Santoso, Konawe Selatan memiliki potensi besar dalam olahraga balap sepeda yang perlu dikelola secara maksimal. Ia menilai pembinaan berkelanjutan dan kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci untuk mengoptimalkan potensi tersebut.
Forum Muscab berlangsung tertib dan penuh suasana kekeluargaan. Momentum ini menjadi ajang menentukan arah pembinaan serta pengembangan olahraga sepeda di Konawe Selatan selama empat tahun ke depan. Kepengurusan baru diharapkan mampu menjadi motor penggerak yang melahirkan atlet-atlet berdaya saing, baik di tingkat provinsi maupun nasional.