SULAWESI TENGGARA — Meta resmi mengumumkan uji coba batasan baru untuk akun remaja di Instagram. Kebijakan ini dirancang untuk mengurangi paparan berulang terhadap konten yang berkaitan dengan citra tubuh, pola makan, dan kesehatan mental — topik yang dinilai berpotensi memicu kecemasan jika dikonsumsi secara masif.
Dalam pernyataan resminya, Meta menyebut batasan ini berlaku pada konten yang sebenarnya tidak melanggar aturan platform. Namun, jika ditonton berulang kali dalam jumlah besar, jenis unggahan ini dinilai bisa berdampak negatif pada kesejahteraan psikologis pengguna muda.
Konten yang masuk dalam pengawasan baru ini mencakup unggahan tentang:
Meta menegaskan bahwa konten-konten ini tidak akan dihapus atau diblokir sepenuhnya. Tujuannya adalah memastikan topik-topik tersebut "tetap seimbang dengan jenis konten lain" dan tidak muncul secara berulang di feed rekomendasi, Explore, maupun Reels.
Langkah ini tidak bisa dilepaskan dari kritik bertahun-tarahap terhadap Instagram yang dituduh menjerumuskan remaja ke dalam "lubang kelinci algoritma". Istilah ini merujuk pada fenomena di mana sistem rekomendasi platform terus-menerus menampilkan konten serupa — termasuk yang berkaitan dengan gangguan makan, body shaming, dan depresi — setelah pengguna menunjukkan ketertarikan awal.
Isu ini bahkan menjadi pokok persidangan perdata tingkat tinggi di Los Angeles terkait kecanduan media sosial. Juri dalam kasus tersebut memutuskan tidak berpihak pada Meta, memperkuat tekanan publik terhadap perusahaan untuk me