Sulawesi Tenggara Dapat Kuota 20 Ribu Rumah Subsidi, 10 Ribu Unit Bedah Hunian, dan KUR Perumahan Rp500 Miliar

Penulis: Vicky Prasetya  •  Rabu, 03 Juni 2026 | 19:04:31 WIB
Pemerintah Sulawesi Tenggara menyiapkan kuota 20 ribu rumah subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

KENDARI — Kuota 20 ribu rumah subsidi di Sulawesi Tenggara menjadi bagian dari target nasional penyediaan hunian layak. Selain pembangunan baru, pemerintah juga menyiapkan program bedah rumah untuk 10 ribu unit yang kondisinya tidak layak huni. Kedua program ini didukung penyaluran KUR perumahan sebesar Rp500 miliar yang bisa diakses oleh pelaku usaha kecil dan masyarakat.

Dua Skema Bantuan Hunian: Baru dan Rehabilitasi

Program rumah subsidi diperuntukkan bagi masyarakat yang belum memiliki rumah pertama. Skema pembiayaan menggunakan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan bunga rendah dan tenor panjang.

Sementara itu, program bedah rumah atau rehabilitasi sosial rumah tidak layak huni (RS-RTLH) menyasar 10 ribu unit. Sasaran utamanya adalah rumah-rumah di kampung dan kelurahan dengan kondisi fisik yang sudah rusak berat.

KUR Perumahan Rp500 Miliar untuk Siapa Saja?

Alokasi KUR perumahan sebesar Rp500 miliar tidak hanya untuk pembangunan baru. Skema ini juga bisa digunakan untuk renovasi rumah tinggal dan pembelian bahan bangunan. Pelaku UMKM di sektor properti dan material bangunan di Sulawesi Tenggara diharapkan ikut terdorong.

Penyaluran KUR ini dilakukan melalui perbankan mitra yang telah ditunjuk pemerintah. Bunga yang dikenakan lebih rendah dari kredit komersial biasa.

Fakta Singkat Program Perumahan di Sulawesi Tenggara

  • Kuota rumah subsidi: 20.000 unit
  • Target bedah rumah: 10.000 unit hunian tidak layak
  • Nilai KUR perumahan: Rp500 miliar
  • Sasaran utama: masyarakat berpenghasilan rendah di kota dan desa

Dampak Langsung ke Warga dan Pelaku Usaha Lokal

Dengan adanya program ini, warga di Kota Kendari, Bau-Bau, Kolaka, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara punya peluang lebih besar memiliki rumah layak. Cicilan rumah subsidi per bulan disebut lebih ringan dibandingkan sewa kontrakan di perkotaan.

Bagi pelaku UMKM, KUR perumahan Rp500 miliar membuka akses modal untuk memproduksi material bangunan seperti paving block, batako, dan genteng. Pemerintah daerah setempat diharapkan mendukung percepatan perizinan dan pendataan penerima manfaat.

Jadwal Realisasi Program Mulai Tahun Ini

Proses pendataan calon penerima rumah subsidi dan bedah rumah sudah dimulai di tingkat kelurahan dan desa. Pemerintah menargetkan konstruksi fisik berjalan pada semester pertama tahun anggaran berjalan.

Masyarakat yang ingin mengakses program ini diminta menyiapkan dokumen kependudukan dan surat keterangan tidak memiliki rumah dari kelurahan setempat. Informasi lebih lanjut bisa diperoleh melalui Dinas Perumahan dan Permukiman di masing-masing kabupaten/kota.

Reporter: Vicky Prasetya
Sumber: sultra.tribunnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top