Data Center Telkom di Batam Ludes Terjual Sebelum Beroperasi, Ekspansi Gedung Kedua Dikebut

Penulis: Vicky Prasetya  •  Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:54:01 WIB
Gedung pertama NeutraDC Nxera Batam ludes terjual sebelum resmi beroperasi.

SULAWESI TENGGARA — Fenomena langka terjadi di industri pusat data Tanah Air. Gedung pertama NeutraDC Nxera Batam yang berlokasi di Batam, Kepulauan Riau, ludes terjual sebelum resmi beroperasi tahun ini. Kapasitas penuh BTM-1 telah diamankan oleh sejumlah mitra, salah satunya Gorilla Technology—perusahaan global penyedia solusi kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, dan analitik data yang bermarkas di London, Inggris.

Gorilla Technology berencana memanfaatkan pusat data tersebut untuk menopang implementasi infrastruktur AI dan pengembangan layanan digital di kawasan Asia. Kehadiran mitra sekelas Gorilla menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia, khususnya Batam, mulai diperhitungkan sebagai hub digital regional.

Ekspansi BTM-2 Jadi Prioritas

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, menegaskan bahwa tingginya permintaan pasar menjadi pendorong utama akselerasi ekspansi. Perusahaan saat ini tengah menyiapkan pengembangan gedung kedua, BTM-2, untuk menambah kapasitas dan mengakomodasi pertumbuhan kebutuhan data center di kawasan SIJORI.

"Keberhasilan ini merupakan validasi atas langkah transformasi Telkom untuk membangun portofolio bisnis yang lebih fokus, kompetitif, dan mampu menciptakan nilai jangka panjang," ujar Seno dalam pernyataan resminya.

Menurut Seno, pencapaian ini sekaligus mencerminkan posisi TelkomGroup yang semakin kokoh dalam transformasi menuju perusahaan infrastruktur digital—salah satu pilar utama strategi TLKM 30.

Batam: Pintu Gerbang Ekosistem Digital Asia Tenggara

Letak geografis Batam yang strategis, dekat dengan Singapura dan Malaysia, menjadi nilai jual utama NeutraDC Nxera Batam. Kawasan ini dinilai ideal untuk menjawab kebutuhan layanan cloud, AI, dan digitalisasi yang melonjak di Asia Tenggara.

Seno menambahkan, kepercayaan mitra internasional terhadap NeutraDC membuktikan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk memainkan peran lebih strategis dalam rantai nilai digital regional. "Seiring meningkatnya kebutuhan cloud, artificial intelligence, dan layanan digital di kawasan Asia Tenggara, kami melihat digital infrastructure akan menjadi salah satu fondasi utama pertumbuhan ekonomi digital masa depan," pungkasnya.

Dengan dimulainya pembangunan BTM-2, Telkom optimistis dapat memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem digital kawasan sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis berkelanjutan sesuai target TLKM 30.

Reporter: Vicky Prasetya
Sumber: tvonenews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top